Kamis 26 Oct 2023 22:22 WIB

Jokowi Berkunjung ke Sumbar, Gubernur Laporkan Rencana Flyover Sitinjau Lauik

Presiden berencana untuk memancang tiang pertama pembangunan Sitinjau Lauik.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Muhammad Hafil
Presiden Joko Widodo saat meladeni emak-emak di Padang pada acara penyerahan BLT di Gudang Bulog Sumbar, Rabu (25/10/2023)
Foto: Republika/ Febrian Fachri
Presiden Joko Widodo saat meladeni emak-emak di Padang pada acara penyerahan BLT di Gudang Bulog Sumbar, Rabu (25/10/2023)

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG—Pembangunan infrastruktur di Sumatra Barat (Sumbar) menjadi salah satu poin utama yang dilaporkan Gubernur Mahyeldi Ansharullah kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di tengah agenda kunjungan kerja Presiden di Sumbar, Rabu (25/10/2023). Gubernur menyebutkan, Presiden berencana untuk memancang tiang pertama pembangunan jembatan layang (flyover) Sitinjau Lauik, serta menghadiri Upacara Hari Bela Negara pada Desember mendatang di Kabupaten Lima Puluh Kota. 

“Alhamdulillah, kunjungan Bapak Presiden hari ini ke Sumbar dapat kita manfaatkan dengan maksimal. Kita secara konkrit menyampaikan rencana pembangunan flyover Sitinjau Lauik dan pengembangan sarana pendukung Pelabuhan Teluk Tapang di Pasaman Barat. Kita juga sudah berikan proposal lengkapnya kepada Bapak Presiden tadi,” kata Mahyeldi, Kamis (26/10-2023) di Padang.

Baca Juga

Mahyeldi menyebut Presiden menyambut baik laporan terkait pengembangan dan pembangunan infrastruktur di Sumbar. Presiden berencana untuk langsung hadir memancang secara simbolis tiang pertama pembangunan flyover Sitinjau Lauik. Bahkan, Presiden kata dia juga merencanakan hadir langsung dalam peringatan Hari Bela Negara (HBN) 2023 di Kabupaten Lima Puluh Kota. 

Selain sektor pembangunan infrastruktur, Gubernur Mahyeldi juga melaporkan situasi terkini sektor pertanian di Sumbar kepada Presiden Joko Widodo. Dari perbincangan intensif yang berlangsung di kendaraan dinas RI 1 tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi perkembangan sektor pertanian dan peningkatan Nilai Tukar Pertani (NTP) di Sumbar. 

 

Ia menyebutkan fokus Pemprov Sumbar di sektor pertanian didasari fakta bahwa 57 persen warga Sumbar bergantung pada sektor tersebut. Ada pun salah satu hasil yang telah dituai atas fokus pengelolaan sektor tersebut, di antaranya adalah meningkatnya Nilai Tukar Petani Sumbar, yang sangat dipengaruhi oleh pengelolaan Perhutanan Sosial oleh masyarakat. 

“Ini juga direspons sangat baik oleh Bapak Presiden. Persentase nilai tukar petani kita sangat besar dari sektor kehutanan. Bahkan, beliau langsung mencatat bagaimana upaya meningkatkan Perhutanan Sosial ini, karena jelas berdampak pada perekonomian masyarakat di sekitar kawasan hutan. Terlebih, ini juga bagian dari upaya merawat dan menjaga hutan, sehingga turut berdampak positif bagi lingkungan,” ujar Mahyeldi.

Selain itu, sambung Gubernur, ia juga melaporkan langkah-langkah Pemprov Sumbar dalam menyikapi berbagai persoalan di sektor pertanian, yang menyangkut langsung dengan kepentingan ekonomi petani. Termasuk di antaranya dalam menyikapi turunnya harga sejumlah produk hasil pertanian. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement