Selasa 17 Oct 2023 20:47 WIB

Ekonom Sebut Pemahaman Soal Ekonomi Jadi Poin Plus Erick Thohir Maju Cawapres

Pemahaman tentang ekonomi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Indonesia.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo dan Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi PT Pindad di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (24/7/2023).
Foto: Dok Laily Rachev/Biro Pers Sekre
Presiden Jokowi didampingi Menhan Prabowo dan Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi PT Pindad di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (24/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Figur calon wakil presiden (cawapres) mempunyai peran besar dalam kontestasi Pilpres 2024. Sosok cawapres tak hanya diharapkan mendongkrak elektabilitas capres, melainkan juga mampu menutup kekurangan capres dalam sejumlah isu, termasuk terkait ekonomi.

"Pak Erick Thohir memiliki semua syarat untuk menjadi cawapres. Rekam jejak beliau sangat mendukung. Saya kira beliau bisa menjadi cawapres yang potensial, melengkapi semua kelebihan capres," ujar Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam di Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Piter mengatakan Erick Thohir memiliki rekam jejak mumpuni di bidang ekonomi. Terbukti dari perubahan BUMN yang lebih profesional dan transparan dalam beberapa tahun terakhir serta meningkatnya kinerja hingga kontribusi BUMN terhadap negara.

"Yang terlihat, perubahan struktur dengan holdingisasi, jumlah BUMN menjadi lebih sedikit. Sebenarnya perubahan di dalam BUMN lebih dari itu. Utamanya saya kira dalam upaya perbaikan tata kelola," ucap Piter.

 

Piter menyampaikan komitmen Erick dalam melakukan bersih-bersih BUMN dengan melibatkan aparat penegak hukum (APH) dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang profesional dan bersih. Erick, lanjut Piter, juga menerapkan daftar hitam terhadap individu yang terjerat kasus korupsi untuk tidak bisa lagi duduk di jajaran kepengurusan BUMN.

"Kesungguhan Pak Erick Thohir memperbaiki tata kelola terlihat misalnya dengan membawa kasus-kasus BUMN ke otoritas hukum dan mem-blacklist mereka yang pernah terlibat dalam korupsi untuk tidak pernah lagi masuk menjadi pengurus BUMN," lanjut Piter.

Piter mengatakan Erick merupakan figur yang berhasil menjalankan tanggung jawab dan amanah dengan baik. Hal ini yang membuat dirinya menjadi menteri andalan dan kepercayaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan sejumlah tugas penting, baik saat menghadapi pandemi hingga yang terbaru menjadi Menko Maritim dan Investasi Ad Interim.

"Pak Erick menjadi kepercayaan Pak Jokowi melalui proses panjang. Lebih terkonfirmasi ketika Pak Jokowi memberikan kesempatan kepada Pak Erick dalam banyak kesempatan, termasuk menjadi Ketua Asian Games yang begitu sukses. Sejauh ini, Pak Erick saya kira tidak pernah mengecewakan Pak Jokowi," kata Piter.

Krusialnya peran cawapres yang mengerti isu ekonomi pun pernah disinggung pengusaha senior Sofjan Wanandi. Sofjan berharap wapres terpilih memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni terkait ekonomi.

Sofjan menyampaikan kalangan dunia usaha berharap setidaknya pemahaman ekonomi wapres dapat membantu kepemimpinan presiden berikutnya. Pasalnya, Sofjan menilai tidak ada capres yang mempunyai pemahaman kuat pada sektor ekonomi.

"Melihat dari tiga calon yang menjadi top dari semua survei itu saya lihat sebagian besar bukan orang yang mengerti ekonomi betul. Apa pun kita harapkan nanti presidennya itu adalah wakil presidennya orang yang mengerti ekonomi karena tantangan kita lima tahun ke depan pengusaha adalah ekonomi," kata Ketua Dewan Pertimbangan Apindo itu beberapa waktu lalu.

Sofjan menyampaikan pemahaman tentang ekonomi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Indonesia. Dengan kemampuan ekonomi yang baik, Sofjan menyebut Indonesia punya kemampuan dalam mengatasi menghadapi ketidakpastian global san ancaman terhadap komoditas Indonesia dari negara-negara lain seperti Uni Eropa.

"Apa yang diharapkan sama kita pengusaha itu betul-betul bisa membawa ekonomi kita lebih baik karena masalah kita saya lihat sangat sulit menghadapi masalah global dan dalam negeri kita sendiri. Kita tahu komoditas banyak yang turun, belum lagi ada ancaman El Nino," ucap Sofjan.

Sofjan menyampaikan perlu kerja sama erat antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengantisipasi tantangan ke depan.

"Ini harus kita bantu untuk menyelesaikan sama-sama karena apapun yang terjadi pada ekonomi kita, pengusaha ini paling menderita, tentu rakyat kita juga, jadi persoalan ini harus kita angkat," kata Sofjan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement