Selasa 17 Oct 2023 13:07 WIB

BMKG: Kabut Asap di Bengkulu Bisa Ganggu Penerbangan, Jarak Pandang Hanya 1 Km

Kondisi kabut asapBengkulu menjadi yang terparah jika dibanding hari-hari sebelumnya.

Pesawat mendarat d antara kabut asap (ilustrasi). BMKG Bengkulu menyatakan kabut bercampur asap menganggu penerbangan.
Foto: Antara/Auliya Rahman
Pesawat mendarat d antara kabut asap (ilustrasi). BMKG Bengkulu menyatakan kabut bercampur asap menganggu penerbangan.

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Bengkulu menyatakan kabut yang bercampur dengan asap yang terjadi di wilayah Kota Bengkulu telah masuk kategori berbahaya bagi transportasi penerbangan. Pada Selasa (17/10/2023) pagi, jarak pandang akibat kabut asap hanya kurang dari satu kilometer, sedangkan jarak pandang normal, yaitu 2,5 kilometer.

"Dari pengukuran udara atas, melalui Radio Sonde mencatat jarak pandang kurang dari satu kilometer. Sementara jarak pandang aman bagi penerbangan, yakni 2,5 kilometer. Jadi, hal itu sudah masuk kategori berbahaya," kata prakirawan BMKG Stasiun Fatmawati Sukarno Anjasman di Bengkulu, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga

Untuk kondisi kabut asap di Kota Bengkulu pada Selasa pagi merupakan yang terparah jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya. Ia lebih lanjut mengatakan kondisi kabut asap di Kota Bengkulu hingga beberapa hari ke depan akan terjadi sebab masih terdeteksi sejumlah wilayah terdapat titik panas. 

Sembilan titik panas yang terdeteksi di Provinsi Bengkulu, terang Anjasman, berada di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Lebong dan Kabupaten Mukomuko. Selain mengganggu aktivitas penerbangan, kabut asap juga telah mengganggu pengendara karena jarak pandang terbatas, sehingga harus menyalakan lampu untuk memberi tanda kepada pengendara lainnya.

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau agar masyarakat di wilayah tersebut menggunakan masker mengingat kabut asap telah bercampur dengan awan. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat tidak terinfeksi infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat dampak adanya kabut asap di Kota Bengkulu.

"Kami mengimbau masyarakat menjaga kesehatan fisik dan menghindari asap serta menggunakan masker saat berada di luar rumah," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Bengkulu Joni Haryadi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement