Kamis 12 Oct 2023 15:43 WIB

Korban Meninggal Diduga Keracunan Sate Jebred di Garut Bertambah, Kini Jadi Tiga Orang

Total 52 orang diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi sate jebred.

Rep: Bayu Adji/ Red: Agus raharjo
Petugas melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap warga yang diduga mengalami keracunan makanan di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/10/2023).
Foto: Dok Dinas Kesehatan dan Pengenda
Petugas melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap warga yang diduga mengalami keracunan makanan di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Warga yang dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan di wilayah perbatasan Garut-Tasikmalaya dilaporkan mengalami penambahan. Korban meninggal dunia juga mengalami penambahan menjadi tiga orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Asep Surachman mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait adanya penambahan korban meninggal dunia seusai mengonsumsi sate jebred pada Kamis (12/10/2023). Korban perempuan berusia 35 tahun disebut meninggal di salah satu rumah sakit di Kabupaten Garut pada Rabu (11/10/2023).

Baca Juga

"Yang meninggal ini kemarin, tapi baru terlaporkan hari ini. Karena keluarga menganggap bukan karena diduga keracunan sate jebred," kata Asep saat dikonfirmasi Republika.co.id, Kamis (12/10/2023).

Ia menjelaskan, pihak keluarga baru tahu korban sempat menyantap sate jebred ketika membaca pemberitaan di media. Namun, kasus meninggal itu baru dilaporkan setelah korban meninggal dunia.

 

Menurut Asep, berdasarkan pemeriksaan sementara, korban yang merupakan warga Kabupaten Garut itu tidak memiliki riwayat penyakit. "Dia hanya mual, muntah, pusing, dan lemas. Setelah dibawa ke rumah sakit, dia meninggal di sana," ujar dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut per 12 Oktober 2023 hingga pukul 14.00 WIB, total terdapat 52 orang yang diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi sate jebred. Sebanyak 41 orang merupakan warga Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, dan 11 orang warga Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Hingga saat ini, terdapat tiga orang yang meninggal dunia karena diduga keracunan makanan tersebut. Dua orang merupakan warga Kabupaten Garut dan satu orang warga Kabupaten Tasikmalaya.

Penyebab pasti keracunan masih diteliti...

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement