Kamis 12 Oct 2023 13:05 WIB

Dua Siswa SMAN 2 Bandung Jatuh dari Lantai 2 Gedung Sekolah

Keduanya diduga jatuh dari tembok pembatas di ruang kelas 12 IPA.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Agus raharjo
Wakasek humas SMAN 2 Bandung Asep Suryanto menjelaskan peristiwa dua orang siswa kelas 12 yang jatuh dari lantai 2 gedung sekolah, Kamis (12/10/2023).
Foto: Republika/ M Fauzi Ridwan
Wakasek humas SMAN 2 Bandung Asep Suryanto menjelaskan peristiwa dua orang siswa kelas 12 yang jatuh dari lantai 2 gedung sekolah, Kamis (12/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dua orang siswa kelas XII SMAN 2 Bandung di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, terjatuh dari lantai dua gedung sekolah, Kamis (12/10/2023) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, mereka dilarikan ke Rumah Sakit Advent untuk mendapatkan perawatan.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMAN 2 Bandung Asep Suryanto mengatakan, dua orang siswa laki-laki yang jatuh dari lantai 2 gedung sekolah terjadi saat jam istirahat. Kondisi saat kecelakaan terjadi, para guru dan staf sedang melaksanakan kegiatan syukuran di ruang guru.

Baca Juga

"Kejadiannya ini anak-anak sedang istirahat pukul 10.00 WIB sampai 10.30 WIB, anak-anak jam istirahat. Kami sedang mengadakan kegiatan tasyakur bi nikmat di ruang guru seluruh guru dan seluruh TU. Kemudian kami dengar ada yang jatuh," ujar dia ditemui di SMAN 2 Bandung, Kamis (12/10/2023).

Setelah mendengar suara orang jatuh, dia mengatakan, para guru mendatangi lokasi kejadian. Ditemukan dua orang siswa terbaring terjatuh dari lantai dua gedung sekolah.

"Setelah kami ke TKP, kami melihat ada dua anak yang ada di posisi bawah terbaring dua-duanya," kata dia.

Asep mengatakan, guru langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan yang berada di dekat sekolah. Keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Advent untuk mendapatkan perawatan.

"Anaknya sekarang yang satu sudah pulang ke rumah karena tidak mengalami cedera yang berat, cedera ringan. Satu lagi masih dalam penanganan dan itu juga masih dalam keadaan sadar tidak sampai pingsan," kata dia.

Ia menduga kedua anak tersebut terjatuh karena terpeleset saat duduk pada tembok pengaman di lantai dua. Tembok pembatas sengaja memiliki tinggi di atas perut anak SMA untuk mengantisipasi terjadi kecelakaan dan lebih aman.

"Anak-anak sedang duduk mungkin terpeleset, duduk di tembok pembatas karena itu dalam SOP SMA 2 itu tinggi tembok sudah disesuaikan dengan keselamatan anak-anak. Tinggi tembok satu meter anak anak sampai di atas perut," kata dia.

Selama mengajar di SMAN 2 Bandung, Asep mengatakan belum pernah terjadi peristiwa siswa jatuh dari lantai dua. Mereka diduga jatuh dari tembok pembatas di ruang kelas 12 IPA. Ia mengatakan, kondisi anak-anak mengalami lecet akibat gesekan dengan genting. Asep mengaku tidak melihat ada yang patah tulang.

"Ketinggian (jatuh) hanya dua meter lebih, posisinya di sana kalau dilihat tiga sampai empat meter," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement