Rabu 11 Oct 2023 22:12 WIB

PDIP Tegaskan Kader PDIP Sudah Digembleng untuk Loyal Terhadap Partai

Hasto mengeklaim partainya fokus untuk memenangkan hati rakyat.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto di Kantor Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP), Jakarta, Rabu (11/10/2023).
Foto: Republika/ Nawir Arsyad Akbar
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto di Kantor Tim Pemenangan Nasional Ganjar Presiden (TPN GP), Jakarta, Rabu (11/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan seluruh kader partai berlambang banteng moncong putih sudah digembleng melalui mekanisme kaderisasi. Ia mengeklaim, penggemblengan itu untuk melatih mentalitas, spiritualitas, dan komitmen kader terhadap partai.

"Seluruh kader PDIP ini sudah digembleng mentalnya, sudah digembleng spiritualitasnya, sudah digembleng komitmennya. Satunya kata dan perbuatannya," tutur Hasto di Jakarta, Rabu (11/10/2023) malam.

Baca Juga

Menurut Hasto, hal itulah yang PDIP sebagai partai politik membangun budaya kader yang loyal terhadap partai, kesadaran menyatu dengan rakyat, dan mengemban amanah kekuasaan untuk kepentingan masyarakat. "Jangankan kekuasaan, Bung Karno mengatakan ilmu pengetahuan saja hanya berguna apabila untuk amal kemanusiaan," tegasnya.

Sekjen PDIP mengaku partainya tak mau berandai-andai soal kabar Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka diharapkan menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto. "Tidak usah berandai-andai. Politik itu yang pasti-pasti saja dan yang pasti itu adalah turun ke bawah," kata Hasto.

Hasto pun tampaknya enggan mengomentari lebih jauh terkait kabar Gibran dipasangkan dengan Prabowo. Pria asal Yogyakarta itu menyatakan bahwa partainya terus turun ke bawah menyapa masyarakat. Hal itu juga terus dilakukan oleh bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo.

"Maka mari berlomba memenangkan hati rakyat. Apa yang dilakukan Pak Ganjar Pranowo dengan tidur bersama rakyat, itu sesuatu yang luar biasa, yang tidak pernah terjadi dalam sejarah kepemimpinan kontestasi Indonesia. Itu yang didorong," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement