Rabu 11 Oct 2023 19:28 WIB

Indonesia Bawa Misi Diplomasi Budaya pada Pameran Buku Frankfurt 2023

Pelaku perbukuan dapat memperluas jaringan dengan penerbit hingga agen hak cipta.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Agus raharjo
Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek, Supriyatno, dan Ketua IKAPI, Arys Hilman Nugraha, pada konferensi pers jelang Pameran Buku Frankfurt 2023 di Kemendikbudristek, Rabu (11/10/2023).
Foto: Republika/ Ronggo Astungkoro
Kepala Pusat Perbukuan Kemendikbudristek, Supriyatno, dan Ketua IKAPI, Arys Hilman Nugraha, pada konferensi pers jelang Pameran Buku Frankfurt 2023 di Kemendikbudristek, Rabu (11/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia akan mengirimkan delegasi untuk menjadi bagian dalam Pameran Buku Frankfurt 2023 yang akan digelar di Jerman. Pemerintah Indonesia membawa misi diplomasi budaya Indonesia dan peningkatan kemampuan literasi dasar melalui buku-buku terbitan Kemendikbudristek dan penerbit umum pada kegiatan tersebut.

“Buku bermutu yang ditampilkan pada pameran ini memiliki nilai-nilai budaya nasional,” ujar Kepala Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Supriyatno, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Baca Juga

Dia menambahkan, pada buku nonteks berjenjang yang telah pihaknya susun pun menampilkan sisi empati dan keberagaman. Beberapa karakter dalam buku nonteks berjenjang itu, kata dia, menampilkan anak inklusi atau difabel yang juga beraktivitas normal sebagaimana anak kebanyakan.

Pameran Buku Frankfurt digelar pada 18-22 Oktober 2023. Delegasi Indonesia terdiri dari unsur pemerintah dalam hal ini perwakilan Kemendikbudristek dan pelaku perbukuan. Pada pameran kali ini, tema yang diangkat adalah ‘Buku Bermutu untuk Literasi Indonesia’.

Menurut Supriyatno, selain mempromosikan buku yang telah disusun Kemendikbudristek, pameran tersebut juga menjadi kesempatan benchmarking buku-buku pendidikan yang beredar di berbagai negara.

“Forum ini juga menjadi peluang untuk melakukan kajian kebijakan dalam upaya meningkatkan ekosistem perbukuan di Indonesia dengan melihat model buku pendidikan yang dipamerkan di sana,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Arys Hilman Nugraha, menyampaikan, perbedaan kultur dan kurikulum menjadi daya tarik tersendiri dalam benchmarking itu. Menurut dia, pelaku perbukuan yang difasilitasi oleh Kemendikbudristek dapat melakukan kerja sama secara langsung dengan pelaku perbukuan dari berbagai negara.

“Dengan adanya fasilitas bagi penerbit ini, pelaku perbukuan dapat memperluas jaringan dengan penerbit, agen hak cipta, dan distributor buku dari berbagai negara,” tutur Arys.

Pameran Buku Frankfurt adalah pameran perdagangan buku internasional terbesar di dunia yang diadakan di Frankfurt, Jerman, setiap tahun. Pameran itu diikuti oleh lebih dari 7.000 peserta dari 100 negara dan dihadiri oleh lebih dari 250 ribu pengunjung.

Pameran Buku Frankfurt adalah tempat para penerbit, agen hak cipta, dan distributor buku dari seluruh dunia bertemu untuk melakukan bisnis, memamerkan produk mereka, dan menjalin kerja sama. Indonesia pernah menjadi Tamu Kehormatan di Pameran Buku Frankfurt tahun 2015.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement