Sabtu 30 Sep 2023 15:51 WIB

UMKM Asal Kediri Olah Limbah Daun dan Kulit Nanas Jadi Jelly Hingga Ciptakan Nasi Ampok

Nasi ampok dibuat dari jagung yang bisa menjadi pengganti beras.

UMKM asal Kediri mengolah limbah daun dan kulit nanas menjadi camilan, hingga menciptakan nasi ampok yang berasal dari jagung untuk pengganti beras.
Foto: Dok. Istimewa
UMKM asal Kediri mengolah limbah daun dan kulit nanas menjadi camilan, hingga menciptakan nasi ampok yang berasal dari jagung untuk pengganti beras.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Ratih asal Kediri memamerkan produknya, yakni buah nanas yang tak hanya memanfaatkan dagingnya saja, tapi juga daun dan kulitnya sehingga meminimalisir sampah atau limbah di lingkungan. Adapun produk ini dipamerkan di Pameran Pangan Plus dalam Arena Rakernas IV PDI Perjuangan (PDIP) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

“Buahnya itu tak hanya bisa dibuat minuman, daunnya bisa dibuat craft bahkan sampai kain dari serat nanas itu disebut paling kuat. Kulitnya itu bisa jadi permen dan ada seperti agar-agar atau seperti nata de coco, tapi ini terbuat dari nanas ini,” kata Ratih, Sabtu (30/9/2023).

Baca Juga

Selain itu, dia mengungkapkan UMKM ini bisa menghidupkan warga yang ada di desa-desa Kediri. Misalnya, ada satu desa membuat minumannya.

“Ada satu wilayah yang hanya ada permennya,” ungkap Ratih.

 

Bukan itu saja, pihaknya juga menciptakan pengganti beras, yaitu nasi ampok yang terbuat dari jagung. “Kediri ini selain nanas banyak juga jagung. Kita ada nasi ampok juga sebagai pengganti beras,” kata Ratih.

Dia mengungkapkan, tidak mudah memberikan edukasi kepada masyarakat di Kediri. Semuanya dilakukan perlahan dengan dukungan dari PDIP dan Pemerintah Kediri yang peduli dengan anak muda.

Diketahui, Kediri kini dipimpin oleh Hanindhito Himawan Pramana, yang merupakan kader muda PDIP. “Karena beliau masih muda, selalu memberikan bantuan untuk pendampingan, pelatihan, bagaimana mengelola hasil pangan yang baik, mengolahnya, dan memasarkannya. Semua diwadahi dengan baik,” pungkasnya.

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendorong agar upaya mencari alternatif bahan makanan yang diimpor, agar terus diperkuat. Ia mencontohkan ketergantungan Indonesia pada impor gandum.  Karena itu, guna mengurangi ketergantungan terhadap gandum, Presiden Kelima RI ini menyebut banyak bahan pangan pengganti di Indonesia.

“Guna mengurangi ketergantungannya, bukankah kita memiliki 10 sumber pangan lainnya. Yaitu jagung, hanjeli, pisang, porang, sagu, singkong sorgum, sukun, talas, dan ubi jalar yang tentunya kalau diolah dan di backup oleh BRIN kita ini bisa mensubstitusi gandum,” jelas Megawati.

Menurut dia, dana yang digunakan impor gandum tersebut bisa digunakan untuk menambah biaya riset di BRIN. “Maka dana yang ada bisa dipergunakan juga untuk menambah biaya riset terhadap produk substitusi gandum,” jelas Megawati.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement