Kamis 21 Sep 2023 09:47 WIB

Pengamat Sebut Ganjar Coba Gerus Citra Petugas Partai

Karyono apresiasi pernyataan tegas Ganjar yang seolah berseberangan dengan Megawati.

Rep: Erik PP/Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Bacapres PDIP Ganjar Pranowo berbicara dengan diri sendiri terkait pencapresan saat Mata Najwa 3 Bacapres Bicara Gagasan di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Senin (19/9/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Bacapres PDIP Ganjar Pranowo berbicara dengan diri sendiri terkait pencapresan saat Mata Najwa 3 Bacapres Bicara Gagasan di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Senin (19/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, bacapres PDIP Ganjar Pranowo tengah berupaya mengubah citra negatif sebagai 'petugas partai'. Lewat berbagai pernyataan tegas di depan publik, Ganjar tengah tampil sebagai sosok yang independen dan tak mudah disetir.

"Saya kira memang Ganjar harus menunjukkan independen karena memang salah satu yang menjadi hambatan dan kendala Ganjar Pranowo adalah narasi petugas partai dan Ganjar di bawah kendali partai," kata Karyono saat dihubungi di Jakarta, Rabu (20/9).

Baca Juga

Dalam acara bertajuk '3 Bacapres Bicara Gagasan' yang digelar Mata Najwa di Graha Sabha Pramana, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (18/9), Ganjar ditanya audiens soal isu presiden boneka yang kerap dialamatkan kepada dirinya. Kepada khalayak, ia menegaskan seorang presiden berbeda dengan kader partai.

"Presiden adalah presiden. Dia menjalankan amanat penuh dari konstitusi yang ada titik tidak ada komanya... Dia punya independensi penuh," ujar gubernur Jawa Tengah periode 2013-2023 tersebut.

Bukan kali ini saja Ganjar Pranowo dicecar mengenai isu presiden boneka. Saat mengisi kuliah kebangsaan yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) di Depok, Senin (18/9/2023), Ganjar juga mendapat pertanyaan serupa dari seorang mahasiswa yang hadir.

Ketika itu, Ganjar menjawab ia tak bisa lepas dari dinamika di internal parpol. Ganjar menyebut rekam jejaknya di Jawa Tengah bisa menjadi gambaran betapa dirinya bekerja sesuai kehendak rakyat. "Saya kader partai, tapi presiden bukan, gubernur bukan. Itulah melayani," ujarnya.

Khusus di acara Mata Najwa, Ganjar sempat dicecar Najwa Shihab soal isu pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sempat dilontarkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Terkait itu, Ganjar menyatakan KPK justru butuh penguatan.

"Saya jawab ketiga kalinya. Satu, (KPK) dikuatkan. Dua, perlu revisi regulasi. Revisi regulasi membutuhkan satu treatment sendiri, political interplay," kata Ganjar.

Karyono mengapresiasi pernyataan tegas Ganjar yang seolah berseberangan dengan Megawati. Menurut dia, pernyataan itu juga bisa menggerus citra negatif sebagai capres yang hanya mendapat penugasan dari partai.

"Jawaban Ganjar yang berlawanan dengan Megawati cukup bagus dan elegan untuk meluruskan pemahaman terkait dengan petugas partai. Apa yang disampaikan Ganjar itu sudah tepat," tutur Karyono.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement