Selasa 19 Sep 2023 22:51 WIB

Pengurus: Pelaku Motor Freestyle Robohkan Tembok Masjid Kerap Ugal-ugalan

Pengurus sebut pelaku motor freestyle yang robohkan tembok masjid kerap ugal-ugalan.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Bilal Ramadhan
Ilustrasi pengendara sepeda motor. Pengurus sebut pelaku motor freestyle yang robohkan tembok masjid kerap ugal-ugalan.
Foto: Republika/Wihdan
Ilustrasi pengendara sepeda motor. Pengurus sebut pelaku motor freestyle yang robohkan tembok masjid kerap ugal-ugalan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pengurus Masjid Raya Lubuk Minturun, Desriadi, mengatakan, siswa SMP yang menghancurkan dinding tembok masjid sampai mengakibatkan tewasnya seorang anak memang sering membawa sepeda motor ugal-ugalan.

"Mereka (sejumlah siswa SMP) itu ugal-ugalan membawa sepeda motor sehingga menabrak beton parkiran hingga roboh dan menimpa seorang bocah MTQ Masjid Raya Lubuk minturun," kata Desriadi, Selasa (19/9/2023).

Baca Juga

Kejadian nahas itu terjadi pada Senin (18/9/2023) di Masjid Raya Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Saat tembok pembatas tempat wudhu Masjid Raya Lubuk Minturun ditabrak sampai hancur itu ada dua orang anak-anak yang tengah berwudhu.

Satu orang anak berhasil selamat karena menghindar, sedangkan satu lagi seorang anak bernama Gian Septiawan Ardani (8 tahun) tewas karena tertimpa tembok yang ambruk.

"Kejadian kecelakaan terekam kamera CCTV masjid yang mengarah ke tempat wudhu. Di mana anak bernama Gian, warga Lubuk Minturun, sedang mengambil wudhu bersama rekannya," ujar Desriadi.

Saat kejadian, beberapa murid MTQ Masjid Raya Lubuk Minturun melihat langsung peristiwa tersebut. Mereka langsung melaporkan ke warga sekitar dan pengurus masjid.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Namun, luka serius di bagian kepala membuat korban banyak kehilangan darah dan meninggal dunia di rumah sakit.

Detik-detik korban tertimpa dinding beton ini terekam CCTV hingga beredar di media sosial. Terlihat, korban yang memakai seragam mengaji berlari menuju tempat wudhu. Di sana sudah terdapat temannya. Lalu, korban mengambil wudhu ditemani rekanya.

Di saat bersamaan, terdapat dua orang pelajar SMP berdiri dan telah memarkirkan sepeda motor Mio putih. Juga terdapat bapak-bapak bermain handphone di atas sepeda motornya. Tak lama berselang, datang dua orang pelajar lainnya dengan mengendarai sepeda motor Mio hitam. Saat sampai di parkiran masjid, pelajar yang berbonceng turun dari sepeda motor Mio hitam ini.

Namun, kemudian pengemudi sepeda motor hitam malah melakukan freestyle motor gaya standing hingga hilang kendali. Sepeda motor menabrak dinding beton, lalu korban tertimpa hingga dinyatakan tewas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement