Selasa 19 Sep 2023 08:45 WIB

Jokowi Tegaskan tak Ada Pencekikan Wakil Menteri Saat Rapat Terbatas

Jokowi mengingatkan, di tahun polutik sering beredar berita semacam ini.

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat pembukaan Rapat Kerja Nsional (Rakernas) Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/9/2023). Rakernas Seknas Jokowi yang diikuti sebanyak 25 perwakilan DPW se-Indonesia tersebut sebagai bagian konsolidasi organisasi dalam persiapan menjelang Pilpres 2024.
Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan saat pembukaan Rapat Kerja Nsional (Rakernas) Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (16/9/2023). Rakernas Seknas Jokowi yang diikuti sebanyak 25 perwakilan DPW se-Indonesia tersebut sebagai bagian konsolidasi organisasi dalam persiapan menjelang Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada peristiwa pencekikan yang dilakukan seorang menteri dalam rapat terbatas di Istana Presiden. Pernyataan Presiden ini merespons isu yang beredar soal adanya seorang menteri yang mencekik wakil menteri saat rapat terbatas.

"Setahu saya tidak ada peristiwa seperti itu. Masa nyekik," kata Presiden seraya tertawa di sela kegiatan meninjau Pasar Bali Mester Jatinegara, Jakarta, Selasa (19/9/2023).

Baca Juga

Sebelumnya, beredar melalui grup WhatsApp isu tentang terjadinya pencekikan oleh seorang menteri terhadap wakil menteri dalam rapat terbatas. Presiden mengatakan di tahun politik seringkali beredar berita semacam itu.

Ia meminta publik selalu mengecek kebenaran informasi yang diterima. "Memang tahun politik itu banyak berita seperti itu. Tolong dikroscek, dikroscek kebenarannya, jangan diterima mentah-mentah setiap ada berita," ujarnya.

 

Pada Selasa hari ini Presiden Jokowi meninjau stok dan harga bahan pokok di Pasar Bali Mester Jatinegara, Jakarta. Presiden mendapati harga-harga relatif normal, kecuali beras. Pemerintah terus melakukan operasi pasar dengan menambah stok beras untuk mendorong stabilisasi harga beras.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement