Sabtu 29 Nov 2025 14:17 WIB

Sedih Lihat Siswa ke Sekolah Seberangi Sungai, Prabowo Ingin Bangun 300 Ribu Jembatan

Koruptor-koruptor lihat ini. Mereka ke sekolah basah, di sekolah basah, pulang basah.

Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto memberi penghargaan kepada tiga guru Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).
Foto: BPMI Setpres
Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto memberi penghargaan kepada tiga guru Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKART -- Presiden RI Jenderal (Purn) Prabowo Subianto menegaskan, percepatan pembangunan jembatan di berbagai daerah terpencil menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Hal itu untuk memastikan akses pendidikan yang aman bagi seluruh anak Indonesia.

Saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Tahun 2025 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025), Prabowo meminta stafnya untuk diputarkan video tentang anak-anak di sejumlah daerah yang harus menyeberangi sungai deras setiap hari demi menuju gedung sekolah. Dia pun merasa sedih melihat pemandangan itu.

Baca Juga

Prabowo pun menjadikan hal itu sebagai pemantik tindakan cepat pemerintah dalam membangun jembatan. "Ini koruptor-koruptor. Lihat ini. Mereka ke sekolah basah, di sekolah mereka basah, pulang basah," ucap Prabowo merujuk tayangan video.

Dia mengaku, telah menerima banyak laporan langsung dari masyarakat melalui kanal digital mengenai kondisi infrastruktur pendidikan yang sangat memprihatinkan. Sebagai respons, Prabowo mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan yang memfokuskan pembangunan hingga 300 ribu jembatan di seluruh wilayah Indonesia.

"Anak-anakku sabar, saya sedang bekerja. Mudah-mudahan tahun depan semua jembatan bisa berdiri," ucap Prabowo diiringi tepuk tangan ribuan guru yang hadiri.

Prabowo turut memerintahkan berbagai pihak untuk terlibat, mulai dari kementerian, perguruan tinggi, hingga aparat keamanan. Kepada Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto, Prabowo meminta mobilisasi maksimal mahasiswa teknik sipil untuk terjun langsung membantu pembangunan jembatan.

RI juga menginstruksikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengerahkan prajurit Zeni dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerjunkan Kompi Brimob untuk membantu pembangunan jembatan di lokasi terpencil. Dengan keterlibatan mahasiswa, TNI, dan Polri, ditargetkan proses pengerjaan jembatan bisa cepat selesai.

Menurut Prabowo, penyelesaian masalah jembatan merupakan keharusan mendesak karena menyangkut keselamatan anak-anak yang setiap hari berjuang menempuh perjalanan ke sekolah. Dia pun menyampaikan pesan keras kepada para elite dan pengambil keputusan agar lebih memerhatikan kondisi nyata rakyat di lapangan.

"Hei elite-elite di Jakarta, hei kelompok orang pintar, lihat rakyatmu. Kita atasi itu tidak dengan wacana, tidak dengan teori, tidak dengan gagasan, tidak dengan hardik-menghardik, tidak dengan maki-memaki, tidak ngenyek. Kita harus atasi jembatan itu dengan kerja nyata, pikiran nyata," ujar Prabowo.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement