Selasa 12 Sep 2023 21:31 WIB

Deklarasi Rembuk Pemuda, Seruan Bersama Wujudkan Indonesia Emas 2045

Ini untuk mengakomodasi mimpi anak bangsa dalam menuju Indonesia emas 2045.

Ratusan pemuda dari berbagai latar belakang seperti aktivis, mahasiswa, organisasi kepemudaan, BEM, influencer dan tokoh pemudah menggelar deklarasi Rembuk Pemuda di Phala-Wan Cafe, Jakarta Selatan.
Foto: Dok. Web
Ratusan pemuda dari berbagai latar belakang seperti aktivis, mahasiswa, organisasi kepemudaan, BEM, influencer dan tokoh pemudah menggelar deklarasi Rembuk Pemuda di Phala-Wan Cafe, Jakarta Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan pemuda dari berbagai latar belakang seperti aktivis, mahasiswa, organisasi kepemudaan, BEM, influencer dan tokoh pemudah menggelar deklarasi Rembuk Pemuda di Phala-Wan Cafe, Jakarta Selatan. Ini adalah bentuk dedikasi kaum muda terhadap bangsa.

Pendiri Rembuk Pemuda Aidil Pananrang mengatakan pentingnya kolaborasi antara pemuda. Perubahan zaman yang sangat cepat maka diperlukan kolaborasi untuk menyelesaikan persoalan kebangsaan. Para pemuda mencita-citakan hadirnya sebuah ruang atau wadah untuk mengakomodasi mimpi anak bangsa dalam menuju Indonesia emas 2045.

Baca Juga

"Maka, pada hari ini kami mendeklarasikan gerakan layaknya para pemuda terdahulu dalam berbagai momentum bersejarah, namun dengan spirit yang lebih besar yaitu, “REMBUK PEMUDA"," kata Aidil, seperti dilansir dari Kantor Berita Antara pada Selasa (12/9/2023). 

Menurutnya dalam sejarah perubahan yang terjadi di Indonesia selalu digerakkan oleh pemuda. Ia mencontohkan momentum kebangkitan nasional 1908, sumpah pemuda 1928, hingga kemerdekaan 1945. Pun dengan Rentetan peristiwa besar seperti 1968, 1974, dan reformasi 1998 juga didorong oleh pemuda.

Ia mengatakan lahirnya Rembuk Pemuda pada 2023 ini adalah ikhtiar untuk menuliskan kembali sejarah bangsa dan menyerukan kepada seluruh pemuda Indonesia agar berembuk, bahu membahu, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Mewujudkan Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan berwacana tetapi harus dengan langkah nyata.

"Sehingga merupakan suatu bentuk pengkhianatan ketika pemuda memilih untuk berdiam diri dan bermalas-malasan, melainkan kita semua harus segera berembuk, beraksi, dan berdampak nyata bagi Indonesia," ujar Aidil.

Salah satu tokoh pemuda Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dalam kesempatan tersebut mengatakan pemuda tidak hanya sebagai pemilik masa depan, tapi juga pemilik masa kini. Dengan keterlibatan pemuda yang dominan dalam pemilu mendatang, ia percaya Rembuk Pemuda memiliki potensi besar dalam menentukan arah bangsa ke depannya.

“Anak muda selalu dikatakan sebagai pemilik masa depan, tapi saya kurang sepakat. Karena bagi saya pemuda bukan hanya pemilik masa depan, tapi juga pemilik masa kini. Apalagi misalnya menjelang momentum pemilu 2024, 56 Persen pemilih adalah kelompok Milenial dan Gen Z sehingga akan sangat menentukan arah bangsa kedepan," kata Rahayu Saraswati yang dikenal sebagai seorang politisi dan aktivis yang getol memperjuangkan isu-isu perlindungan anak, keperempuanan, hingga anti human trafficking.

Rahayu saraswati mengapresiasi dan bangga dengan hadirnya rembuk pemuda ini. Menurutnya, melihat deklarator rembuk pemuda yang terdiri dari para tokoh-tokoh pemuda dari generasi milenial dan centennial, ia percaya bahwa rembuk pemuda dapat mendorong lahirnya gerakan besar di republik ini. Namun ia berharap ke depan ada konsistensi, dan menunggu karya nyata yang dihasilkan pasca adanya deklarasi ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement