Jumat 08 Sep 2023 16:02 WIB

Jika Jadi Cawapres, Erick Thohir Bisa Tambah Peluang Kemenangan

Kehadiran Erick mampu membawa dampak positif secara elektoral.

Menteri BUMN Erick Thohir.
Foto: Dok Kementerian BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Daya elektoral besar menjadi kekuatan bagi Menteri BUMN Erick Thohir untuk dapat diusung sebagai calon wakil presiden (cawapres). Adanya keunggulan tersebut membuat peluang memenangkan capres pada Pilpres 2024 menjadi semakin besar.

Apabila merujuk temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 1-8 Juli 2023, Erick di puncak elektabilitas dibandingkan kandidat lain pada simulasi tujuh nama. Sosok Erick berada di peringkat pertama dengan mendapatkan dukungan sebesar 21,2 persen.

Mengungguli eks gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil di angka 19,6 persen dan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dengan angka 17,5 persen. "Kalau lihat sekarang, akhir-akhir ini survei Erick Thohir lebih tinggi daripada yang lain," kata Prof Hotman kepada wartawan di Jakarta, dikutip Jumat (8/9/2023).

Menurut dia, capaian positif tersebut tentu semakin menunjukkan peran besar kehadiran Erick mampu membawa dampak positif secara elektoral. Sebagai cawapres, kata Prof Hotman, Erick dapat menguatkan daya pilih masyarakat bagi siapa pun calon presidennya.

 

Sehingga, lanjut dia, menjadi sangat wajar kalau Erick sekarang begitu kuat dihubungan dengan figur capres terkuat dalam temuan sejumlah survei. Terlebih, Erick merupakan sosok yang mudah diterima semua kalangan masyarakat.

Tingginya tingkat kedisukaan anggota Kehormatan Banser Nahdlatul Ulama (NU) tersebut tidak terlepas dari kinerja gemilang dalam memimpin Kementerian BUMN. Selain itu, kiprah Erick sebagai ketum PSSI juga mendapat apresiasi positif. "Kalau hitungan sosok, ya survei indikatornya," kata Prof Hotman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement