Senin 04 Sep 2023 18:38 WIB

Hary Tanoe: Tim Pemenangan Nasional Ganjar Dipimpin Arsjad Rasjid

Andika Perkasa akan menjadi salah satu wakil ketua tim pemenangan nasional Ganjar.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Erik Purnama Putra
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memberikan pembekalan dalam acara pelatihan juru kampanye Ganjar Pranowo di Jakarta, Selasa (18/7/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo memberikan pembekalan dalam acara pelatihan juru kampanye Ganjar Pranowo di Jakarta, Selasa (18/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerja sama politik pengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) telah menggelar rapat tertutup selama sekira tiga jam di Kkntor DPP PDIP. Rapat tersebut dihadiri oleh ketua umum PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).

Salah satu hasil keputusan tersebut adalah resminya pembentukan tim pemenangan nasional untuk Ganjar pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Tim tersebut akan diketuai oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid.

Baca Juga

"Jadi saya bisa sampaikan mewakili semua pimpinan parpol bahwa TPN, tim pemenangan nasional sudah efektif dimulai sejak diketuknya oleh Ibu Mega tadi, hari ini," ujar Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2023).

Tim pemenangan nasional tersebut juga akan berisikan perwakilan dari empat partai politik pengusung Ganjar. Selain itu, sosok dari kalangan profesional seperti Arsjad juga akan menjadi bagian dari tim itu.

Nama eks panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa juga akan menjadi salah satu wakil ketua tim pemenangan nasional tersebut. Adanya berbagai kalangan dalam tim itu, hadir rasa optimistis untuk memenangkan Ganjar pada kontestasi nasional tersebut.

"Jadi kerja sama politik ini, mungkin lebih tepat disebut kerja sama politik itu meliputi pilpres, tapi juga pileg. Supaya nanti di parlemen juga saling menguatkan," ujar Hary.

Di samping itu, rapat tertutup antara empat ketua umum partai politik tersebut juga membahas dinamika yang terjadi saat ini. Termasuk membuka peluang masuknya Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Ganjar. Hal itu diungkap Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).

"Kalau mau bergabung ya segera aja tidak apa-apa,, soalnya itu yang sudah nelpon-nelpon gitu, tapi kan ini baru nelpon. Kalau datang dengan sikap seperti temen-temen saya ini, ketua-ketua partai ini, ini punya sikap begitu," ujar OSO.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement