Sabtu 02 Sep 2023 15:56 WIB

Dibina Pertamina, Produksi Kopi UMKM di Sini Naik Signifikan

Pertamina berkomitmen membersamai UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya.

Biji kopi.
Foto: Antara/Anis Efizudin
Biji kopi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk dapat naik kelas dengan usaha yang digeluti.  Salah satunya melalui hibah alat tepat guna penunjang produksi, untuk UMKM binaan yang berprestasi. 

UMKM Kandora Coffee yang dimiliki oleh Arni Pabunga, merupakan salah satu UMKM binaan Pertamina melalui PT Patra Niaga Regional Sulawesi, yang mendapatkan manfaat tersebut. 

Baca Juga

Pengusaha kopi asal Desa Marimbing, Kecamatan Mangkedek, Tana Toraja ini merupakan salah satu champion UMK Academy tahun 2022, sehingga berhak mendapatkan hibah berupa mesin pengupas kopi kering.

Setelah menerima alat pengupas kopi, Arni mengaku produksi kopinya meningkat, dan mampu memenuhi pesanan pelanggan. Alat tersebut sedikitnya mampu menghasilkan 100 kg kopi bersih dalam satu jam, sehingga dapat meningkatkan produksi  dan efisiensi waktu.

“Sebelumnya, kami mengupas kulit kopi kering secara manual, dan diperlukan waktu sekitar 7-8 jam untuk menghasilkan 50 kg kopi, yang dikerjakan oleh tiga orang pekerja. Sementara dengan adanya bantuan mesin pengupas kulit kopi kering ini, sangat membantu meningkatkan produksi di mana dalam satu jam bisa mengupas 100 kg biji kopi green bean bersih, dan lebih hemat,” ungkap Arni, dikutip dari keterangan resmi Pertamina, Ahad (27/8/2023). 

Diketahui, Arni merintis usaha berbendera Kandora coffee sejak tahun 2019 di Kabupaten Tana Toraja. Dia pun melihat peluang pasar kopi Toraja sangat besar. Sebab, Toraja dikenal dengan kualitas kopi jenis Arabika terbaik di Indonesia. Kopi Toraja memiliki rasa unik, beraroma rempah, kental dan kadar asam tinggi. 

Untuk memperluas pangsa pasar demi ekspansi bisnis, Arni  membuka kantor pemasaran di Makassar dan berfokus pada pemasaran dengan mekanisme kerjasama business to business (B2B) dengan industri pariwisata di Makassar, seperti  hotel dan restoran. 

“Dengan membuka kantor pemasaran di Makassar ini, pasar Kandora coffee juga makin luas, karena mendapatkan buyer dari luar negeri seperti Swiss, Korea Selatan, Jepang dan Belanda. Tapi proses produksi tetap dilakukan di Tana Toraja,”jelas Arni.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan program UMK Academy dengan menggabungkan hibah alat tepat guna bagi UMKM berprestasi, merupakan salah satu upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan UMKM binaan.

“Kandora cofee yang menjadi mitra binaan Pertamina sejak tahun 2020, merupakan salah satu UMKM binaan unggulan, yang sangat pesat dalam pengembangan usahanya,” ujarnya. 

Didukung oleh delapan orang pekerja perempuan, Kandora coffee tetap mempertahankan produksi kopi berkualitas. Pihaknya berharap bantuan peralatan tersebut, selain membantu meningkatkan kualitas dan hasil produksi, dapat sekaligus menjadi pemicu semangat UMKM yang lain agar dapat mengembangkan usahanya secara kreatif dan inovatif.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement