Kamis 31 Aug 2023 23:40 WIB

Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Ambon Diminta Tes HIV

Tes ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan darah guna mencegah kasus HIV.

Polisi dan Dinkes menyisir ruangan salah satu tempat hiburan malam (ilustrasi). Pengunjung diminta melakukan tes HIV.
Foto: ANTARA/Wahdi Septiawan
Polisi dan Dinkes menyisir ruangan salah satu tempat hiburan malam (ilustrasi). Pengunjung diminta melakukan tes HIV.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Ambon menyasar sejumlah tempat hiburan malam dan memeriksa pengunjung di dalamnya. Hal ini dilakukan untuk melakukan pemeriksaan darah guna mencegah kasus human immunodeficiency virus (HIV).

"Pemeriksaan dilakukan di sejumlah tempat hiburan malam yakni rumah karaoke, penginapan dan hotel untuk memeriksa pelayan karaoke, maupun tamu di penginapan dan hotel," Kata Kepada Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Ambon, Rames Talle, di Ambon, Kamis (31/8/2023).

Baca Juga

Ia menyatakan, sebanyak 67 karyawan telah dilakukan pemeriksaan baik cek darah untuk HIV dan sifilis. Pihaknya menggiatkan pelayanan konseling dan tes HIV guna mencegah penularan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut.

"Tes dan konseling dilakukan guna menekan angka kasus di populasi kunci, juga di sejumlah tempat yang menjadi potensi penularan kasus baru," katanya.

Selama Januari sampai Juni 2023, ada 10.047 orang yang menjalani pemeriksaan HIV di fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Ambon. Selama kurun itu, dia memerinci, sebanyak 1.589 orang menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Siloam, 603 orang menjalani pemeriksaan di RSUP Leimena, 507 orang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Rijali, dan 349 orang menjalani pemeriksaan di Waihaong.

"Target kita di tahun 2023 ada 30 ribu warga yang melalukan pemeriksaan, capaiannya masih jauh tentu kita terus berharap ada kesadaran diri masyarakat untuk memeriksakan kesehatan," ujarnya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan selama Januari sampai Juni 2023, ia melanjutkan, ditemukan 174 kasus penularan HIV. Menurut dia, kasus penularan HIV antara lain ditemukan dalam pemeriksaan yang dilakukan di PKM Waihaong (30 kasus) dan klinik Candela (32 kasus).

Selama periode Januari sampai Juni 2023, infeksi HIV ditemukan pada 116 orang dalam rentang usia 25-49 tahun, 37 orang dalam rentang usia 20-24 tahun, dan 21 orang berusia 50 tahun lebih. Mengenai jenis kelamin yang terindentifikasi terinfeksi HIV, menurut dia, sebanyak 118 lelaki-laki dan 56 perempuan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement