Senin 28 Aug 2023 16:16 WIB

PDIP Klaim Sepertiga dari Total Pemilih tidak Mau Ikut Pilihan Jokowi

Menurut Eriko, masyarakat Indonesia sudah rasional menentukan pilihan di pilpres.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andri Saubani
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan wartawan usai menunaikan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Sheikh Zayed, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2023). Pada tahun ini umat Muslim merayakan Idul Fitri 1444H pada hari  yang berbeda, yakni Jumat (21/4/2023) dan Sabtu (22/4/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjawab pertanyaan wartawan usai menunaikan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Sheikh Zayed, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (22/4/2023). Pada tahun ini umat Muslim merayakan Idul Fitri 1444H pada hari yang berbeda, yakni Jumat (21/4/2023) dan Sabtu (22/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk capres-capres beberapa waktu terakhir diperebutkan. Padahal, Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan, masyarakat Indonesia sudah rasional menentukan pilihan.

Ia mengungkapkan, satu catatan yang sempat dikomunikasikan PDIP kepada Litbang Kompas. Ternyata, Eriko menyampaikan, ada sepertiga pemilih yang sama sekali tidak mau mengikuti apa yang dipilih Presiden Jokowi.

Baca Juga

"Ada sepertiga, kurang lebih, 32-33 persen," kata Eriko saat menjadi narasumber diskusi yang digelar Para Syndicate, Senin (28/8/2023).

Lalu, Eriko melanjutkan, ada 2/3 pemilih yang memang sangat mengikuti apa yang dihendaki Presiden Jokowi dan ada lagi pemilih yang rasional. Dari 2/3 angkanya sekitar 18-19 persen mengikuti apapun yang diinginkan Presiden Jokowi.

"Angkanya 18-19 persen yang apa pun kata Pak Jokowi mereka mengikuti," ujar Eriko.

Kemudian, ada 49-50 persen mereka melihat apa yang disampaikan Jokowi baik, tapi mereka rasional untuk memilih. Artinya, orisinalitas, jati diri menjadi yang paling utama karena masyarakat sudah sangat cerdas.

Ia mengakui, endorsement Presiden Jokowi memang sangat penting karena ada 18-19 persen pemilih yang mengikuti keinginannya. Tetapi, itu tidak jadi optimal kalau 50 persen lebih pemilih rasional tidak mendukung.

Apalagi, Eriko mengingatkan, 81-82 persen masyarakat memang menganggap Jokowi merupakan sosok terbaik dan telah berhasil. Artinya, peran dari Presiden Jokowi memang sangat penting dan itu tidak bisa dipungkiri.

"Tapi, masyarakat rasional, rakyat rasional," kata Eriko.

Ia menegaskan, capres-capres pilihan rakyat nantinya tidak cuma sosok yang memiliki kemampuan meneruskan program-program Presiden Jokowi. Tapi, sosok yang yang bisa pula memenuhi ekspektasi dari masyarakat.

"Juga punya visi, punya misi yang bisa memenuhi ekspektasi rakyat," ujar Eriko. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement