Selasa 22 Aug 2023 23:26 WIB

Unand Kukuhkan 5 Guru Besar dari Fakultas Hukum dan Kedokteran Gigi

Pengukuhan 5 guru besar tandakan komitmen kualitas Unand

Rep: febrian Fachri / Red: Nashih Nashrullah
Pintu gerbang kampus Universitas Andalas, Padang. Pengukuhan 5 guru besar tandakan komitmen kualitas Unand
Foto: Republika/Febrian Fachri
Pintu gerbang kampus Universitas Andalas, Padang. Pengukuhan 5 guru besar tandakan komitmen kualitas Unand

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG— Universitas Andalas mengukuhkan lima guru besar tetap dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang berlangsung di Gedung Convention Hall Kampus Limau Manis pada Selasa (22/8/2023). 

Lima guru besar tersebut yakni Prof Zainul Daulay (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Hukum Perjanjian Internasional), Prof Busyra Azheri, (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Perusahaan), Prof  Zefrizal Nurdin (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Hukum), Prof Aria Zarnetti (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Hukum Pidana), dan Prof Nila Kasuma (Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Biologi Oral).  

Baca Juga

Pengukuhan ini ditandai dengan pemasangan kalung kehormatan yang dipasangkan langsung oleh Ketua Dewan Profesor Prof  Marlina disaksikan langsung oleh Rektor Universitas Andalas Prof Yuliandri. 

Rektor Unand berharap pengukuhan lima profesor baru di FH dan FKG dapat meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran di dua fakultas tersebut. 

 “Ini menandakan akan semakin meningkatnya peran dan fungsi perguruan tinggi sebagai bagian dari masyarakat,” kata Yuliandri. 

Baca juga: Sosok Perempuan Hebat di Balik Tumbangnya Tiran dan Singgasana Firaun

Yuliandri mengatakan perguruan tinggi turut memegang peranan penting dalam keberlangsungan peradaban bangsa. Menurut dia, perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan Sarjana, Magister, maupun Doktor tetapi juga mampu menghasilkan Guru Besar. 

Guru Besar kata Yuliandri adalah seorang guru, pendidik sekaligus peneliti yang hasil penelitiannya ditunggu oleh masyarakat luas sebagai bagian dari wujud pengabdian. 

“Guru Besar bukanlah akhir dari pencapaian karier seorang dosen, tetapi justru menjadikan gelar ini sebagai spirit yang senantiasa membangkitkan inspirasi baru guna melahirkan karya-karya baru dan bermanfaat bagi khalayak umum,” ucap Yuliandri. 

Baca juga: Ketika Berada di Bumi, Apakah Hawa Sudah Berhijab? Ini Penjelasan Pakar

Senada dengan itu, Ketua DP Universitas Andalas Prof Marlina menuturkan pengukuhan ini memberikan makna bahwa Guru Besar yang dikukuhkan sudah berkecimpung dibidangnya masing-masing bertahun-tahun lamanya. 

Marlina berharap kelima gubes akan terus memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dalam arti luas dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat guna meningkatkan kiprahnya dalam pembangunan. 

“Guru besar harus memberikan manfaat untuk kepentingan kemanusiaan, kelangsungan seluruh kehidupan di muka bumi serta keserasian alam semesta,” kata Marlina.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement