Kamis 17 Aug 2023 07:09 WIB

2.157 Pendaki akan Gelar Upacara Hari Kemerdekaan RI di Gunung Bawakaraeng

Para pendaki akan membentangkan bendera merah putih raksasa.

Warga mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih (Foto: ilustrasi)
Foto: YUSUF NUGROHO/ANTARA
Warga mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Sulawesi Selatan, melansir sebanyak 2.157 orang pendaki telah tiba di Gunung Bawakaraeng untuk persiapan pelaksanaan upacara memperingati Hari Kemerdekaan ke-78 tahun Republik Indonesia pada 17 Agustus 2023.

"Berdasarkan data yang masuk, jumlah pendaki yang telah berada di puncak Bawakaraeng sebanyak 1.370 orang, Lembah Ramma sebanyak 787 orang dengan total 2.157 orang," sebut Kepala Kantor Basarnas Makassar Mexianus Bekabel dalam keterangannya yang diterima di Makassar, Rabu (16/8/2023).

Baca Juga

Sedangkan kekuatan personil yang disiagakan tergabung dalam Tim SAR Gabungan sebanyak 236 orang, disebar di Posko Utama Lembanna (kaki Gunung Bawakaraeng) sebanyak 67 orang, Lembah Ramma 18 orang, pos lima 63 orang, pos delapan 30 orang dan pos 10 52 orang personel.

Peralatan yang digunakan mengawal kegiatan tersebut seperti rescue truk, rescue car, alat komunikasi, peralatan mountaineering, peralatan navigasi dan peralatan evakuasi. Sedangkan sinyal frekuensi radio digunakan Basarnas berada di Rx 159.300 Mhz, Tx 154.30p Mhz. Core Orari 147.00Mhz dan MRB 154.920 Mhz.

Untuk penyelenggara kegiatan tersebut didukung Pemerintah Kabupaten Gowa dalam hal ini BPBD Gowa serta BKSDA Sulawesi Selatan. Dimulai proses registrasi pada 15 Agustus, apel dan upacara pelepasan peserta pendaki pada 16 Agustus.

Dan puncak kegiatan upacara pengibaran Bendera Merah Putih di puncak gunung dan pembentangan bendera merah putih raksasa di Lembah Ramma pada 17 Agustus 2023. Tercacat ada 58 organisasi potensi SAR perwakilan kampus dan luar kampus serta BPBD Kota Makassar juga turut terlibat.

Saat ditanyakan berdasarkan informasi diperoleh bahwa ada peserta pendaki mengalami kecelakaan di gunung tersebut sebelum pelaksanaan upacara bendera, kata Mexianus, membenarkan kejadian itu dan tim telah melaksanakan pertolongan.

Secara terpisah, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar Andi Sultan menyampaikan Tim SAR Gabungan sedang mengevakuasi korban diketahui bernama Syaril (24) terjatuh saat pendakian dan mengalami pendarahan akibat luka terbuka pada kaki kirinya.

"Informasi dari potensi SAR dari Unhas ada pendaki mengalami cedera saat melalui jalur Tassoso. Korban berada di Pos 10. Kondisi medan cukup berat maka untuk mempersingkat waktu Tim SAR Gabungan yang sudah berada di Pos delapan dan Pos 10 telah mengevakuasi korban," katanya menambahkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement