Selasa 15 Aug 2023 05:15 WIB

Luhut Klaim Indonesia Prioritas Investasi Tesla, di Malaysia Hanya Jualan Mobil

Menurut Luhut, Elon Musk diagendakan ke Indonesia pada September atau Oktober 2023.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Anindya Novyan Bakrie, bertemu pendiri Tesla, Elon Musk, di pabrik Tesla terbesar di  Giga Factory Texas,  Amerika Serikat, Selasa (26/4/2022). Tujuan pertemuan itu selain untuk meyakinkan Tesla agar bisa bekerjasama dengan Indonesia untuk penyediaan dan pemrosesan Nikel sebagai bahan baku pembuatan Battery Cell yang berlandaskan ESG (Environment, Social and Government), juga untuk mengundang Elon Musk agar hadir pada acara International Advisory Caucus B20 di Jakarta, awal November.
Foto: dok
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Duta Besar Indonesia untuk AS Rosan Roeslani dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Anindya Novyan Bakrie, bertemu pendiri Tesla, Elon Musk, di pabrik Tesla terbesar di Giga Factory Texas,  Amerika Serikat, Selasa (26/4/2022). Tujuan pertemuan itu selain untuk meyakinkan Tesla agar bisa bekerjasama dengan Indonesia untuk penyediaan dan pemrosesan Nikel sebagai bahan baku pembuatan Battery Cell yang berlandaskan ESG (Environment, Social and Government), juga untuk mengundang Elon Musk agar hadir pada acara International Advisory Caucus B20 di Jakarta, awal November.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan produsen mobil listrik Tesla akan menunda investasi pabrik mobil listrik di seluruh dunia. Penundaan investasi itu dilakukan selama 1,5 tahun ke depan.

"Tesla itu sementara karena mereka pertimbangan dari Elon mengatakan bahwa investasi mereka akan ditunda untuk di seluruh dunia selama setahun setengah ini," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat dikutip pada Selasa (15/8/2023).

Penundaan investasi Tesla juga dilakukan di Meksiko. Tesla sebelumnya sudah berkomitmen untuk membangun pabrik perakitan mobil listrik di sana. "Malaysia tidak ada investasi, itu hanya jualan mobil. Termasuk yang di Meksiko yang mereka sudah komit itu juga ditunda," kata Luhut.

Dia menjelaskan, alasan penundaan investasi oleh Tesla. Menurut dia, Tesla masih harus menjual stok produksi yang belum tersalurkan hingga adanya masalah ekonomi dunia. Ketegangan antara Amerika dan Cina pun membut Tesla lebih berhati-hati dalam berinvestasi.

 

"Karena produksi mereka sekarang tiga juta yang tersalurkan itu 1,8 juta. Masih ada 1,2 juta yang masih harus mereka jual. Dengan keadaan ekonomi dunia, menurut mereka ketegangan Amerika dengan Cina masalah Taiwan membuat mereka hati-hati masalah investasi," jelas Luhut.

Meski demikian, Luhut menyebut, CEO Tesla Elon Musk diagendakan berkunjung ke Jakarta pada akhir September atau Oktober 2023. Dia menilai, Indonesia merupakan negara prioritas bagi Tesla untuk berinvestasi.

"Mereka melihat Indonesia sebagai prioritas mereka untuk investasi. Nanti Elon akan datang ke Jakarta pada akhir September atau Oktober," kata Luhut.

Dia berharap, kedatangan Elon Musk tersebut terkait komitmen penyediaan internet melalui satelit Starlink yang akan digunakan oleh Kementerian Kesehatan.

"Dia berharap atau kita harap proses Starlink yang digunakan Kemenkes di daerah terpencil bisa dikover rakyat kita di pedesaan dengan internet bagus mungkin akan ditandatangani," jelas Luhut.

Selain itu, kedatangan Elon ke Indonesia juga terkait negosiasi investasi pasokan lithium battery"Mereka juga akan masuk ke dalam pembuatan material dari lithium battery, itu akan ditandatangan di Jakarta kalau semua proses anunya negosiasi selesai pada September akhir atau awal Oktober," ujar Luhut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement