Senin 14 Aug 2023 02:24 WIB

Unik, Ganjar Pakai Baju Jokowi Saat Komentari Merapatnya Golkar-PAN ke Prabowo

Dalam baju itu, Jokowi digambarkan sedang disorot cahaya.

Bakal calon presiden (bacapres) dari PDIP Ganjar Pranowo memakai baju bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat merespons merapatnya Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Foto: Dok. Tangkapan Layar
Bakal calon presiden (bacapres) dari PDIP Ganjar Pranowo memakai baju bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat merespons merapatnya Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Bakal calon presiden (bacapres) dari PDIP Ganjar Pranowo memakai baju bergambar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat merespons merapatnya Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Berdasarkan foto dan video yang beredar, Ganjar memberikan keterangan tersebut mengenakan sebuah kaus hitam lengan pendek. Di kaus itu terpampang gambar Jokowi.

Gambar Jokowi di kaus tersebut memakai busana kemeja putih panjang dengan tangan kiri menggulung lengan baju di tangan kanan. Sementara celananya berwarna hitam panjang.

Baca Juga

Jokowi digambarkan sedang disorot cahaya dan bayangannya tampak di kaus itu. Tak ketinggalan ornamen bendera merah putih lengkap dengan keterangan judul ‘Kisah Blusukan Jokowi’ juga terpampang jelas.

Dalam keterangannya, Ganjar mengucapkan selamat kepada kedua partai yang sudah bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Menurut Ganjar, dukungan tersebut merupakan hal biasa dalam demokrasi.

“Dalam proses demokrasi sebenarnya itu biasa saja dan saya sangat menghormati sikap masing-masing partai. Pasti beliau-beliau juga sudah memberikan keputusan, sudah punya catatan-catatan harus merapat kemana,” kata Ganjar di Puri Gedeh, Kota Semarang, Jateng, Ahad (13/8/2023), seperti dilansir dari Kantor Berita Antara. 

Namun Ganjar teringat dengan kondisi koalisi pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu Koalisi Merah Putih milik Prabowo-Hatta Radjasa juga didukung Partai Golkar dan PAN, bersama Gerindra, PKS, PPP, serta PBB.

Di sisi lain, lawan politiknya yakni Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla yang diusung PDIP bersama Partai NasDem, PKB, PKP, dan Hanura di Koalisi Indonesia Hebat tetap berhasil memenangkan ajang demokrasi lima tahunan itu, kemudian menjadi Presiden-Wakil Presiden periode 2014-2019.

“Jadi menurut saya itu biasa-biasa saja dan kisah inipun pernah terjadi pada saat 2014 kalau tidak salah. Saat itu yang mendukung lawannya Pak Jokowi itu juga sama, mereka semua berbondong-bondong ke sana dan kejadian ini kita catat dalam perjalanannya dan selalu ada dinamika yang berubah,” kata Ganjar.

Sebelumnya, Jokowi memang kerap menunjukkan sikap politik mendukung Ganjar dalam berbagai kesempatan. Salah satu yang paling populer adalah kode ‘rambut putih’ dan ‘berkerut’ yang disebut sebagai tanda pemimpin yang memikirkan rakyatnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement