Sabtu 12 Aug 2023 16:33 WIB

Wagub: Pertumbuhan Investasi di Jatim Diperkuat Melalui Infrastruktur

Investor mencari lokasi dengan akses memadai dan sumber daya manusia yang mumpuni.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Foto: Republika/Prayogi
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menyatakan Pemerintah Provinsi Jatim berupaya memperkuat dan menjaga pertumbuhan investasi melalui infrastruktur yang memadai. Menurut dia, dalam memilih lokasi pabrik, investor mencari akses dan sumber daya manusia dan juga aglomerasi karena semua saling terkait dengan industri-industri yang lain.

"Menjaga infrastruktur itu penting. Kenapa investor senang di Jawa Timur, karena semuanya terjaga dengan baik," kata Emil Elestianto Dardak dalam keterangannya di Surabaya, Jatim, Sabtu (12/8/2023).

Baca Juga

Emil mengatakan, memastikan perizinan yang secara proses berjalan baik juga merupakan hal penting. "Perizinan harus diproses dengan baik dan dilakukan secara efisien itu juga penting," ucapnya.

Namun, lanjut dia, pihaknya menilai masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan yakni infrastruktur yang dari wilayah Gresik ke Tuban serta Lamongan.

"Untuk Tuban sudah ada progresnya yakni pembangunan jalan lingkar, jadi yang melalui Tuban bisa dialihkan ke situ, sehingga visa memperlancar arus logistik," tuturnya.

"Berikutnya, Lamongan, Kementerian PUPR harus sudah membangun karena tanahnya sudah dibebaskan, memang kurang sedikit, jika semua itu sudah dibangun akan sangat membantu," tambahnya.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya bersama pemangku kepentingan juga harus menjaga hubungan yang kondusif antara para pekerja dan pengusaha.

"Kesejahteraan para pekerja harus diperhatikan dan kami juga harus memastikan bahwa para pelaku usaha bisa menjalankan usahanya dengan adil," katanya.

Termasuk, lanjutnya, menjaga stabilitas ekonomi makro melalui operasi pasar, logistik serta dari sektor pertanian.

"Karena komponen pangan juga mengarahkan inflasi suatu daerah," tuturnya.

Emil menjelaskan dengan langkah-langkah tersebut, dapat menjaga momentum ekonomi dan investasi untuk mendapat kepercayaan dari para pelaku usaha.

"Karena hingga saat ini, sumbangan investasi terhadap perekonomian Jawa Timur sebesar 26 persen, nomor dua setelah konsumsi rumah tangga sebesar 61 persen," kata Emil.

Oleh karena itu, menurut Emil, para investor yang berinvestasi di Jawa Timur merasa tenang karena hingga saat ini, semua yang ada di wilayahnya sudah dianggap menunjang.

"Membangun pabrik di sini itu tenang, karena jika ada apa-apa itu tidak sulit, tentu dalam artian untuk mencari apa yang mereka butuhkan tidak sulit," ujarnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement