Jumat 11 Aug 2023 23:44 WIB

BPBD Yogyakarta Upayakan Pembuatan Sumur Bor Atasi Kekeringan

Gunungkidul merupakan salah satu sasaran pembuatan sumur bor.

BPBD Yogyakarta Upayakan Pembuatan Sumur Bor Atasi Kekeringan
Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas
BPBD Yogyakarta Upayakan Pembuatan Sumur Bor Atasi Kekeringan

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera mengupayakan pembuatan sumur bor di sejumlah wilayah terdampak bencana kekeringan di provinsi ini.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan pembuatan sumur bor dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY.

Baca Juga

"Dalam waktu dekat kami akan mengundang Dinas PUPESDM DIY kembali untuk memastikan pembuatan sumur-sumur bor itu," kata dia, Jumat (11/8/2023).

Ia mengatakan, Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu sasaran pembuatan sumur bor mengingat saat ini kabupaten tersebut telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Selain Kabupaten Gunungkidul, kata Lilik, Kabupaten Bantul juga telah menetapkan status bencana yang sama.

"Sejumlah lembaga usaha juga konfirmasi akan membantu sumur-sumur bor, yang juga akan kami koordinasikan dengan Dinas PUPESDM DIY di lokasi yang sama," kata dia.

Menurut dia, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga ketersediaan tangki air bersih perlu diperkuat dengan didukung dana APBD tahun 2023.

Meskipun demikian, sebanyak 11 kecamatan di Gunungkidul yang dilanda kekeringan mampu melakukan distribusi air bersih secara mandiri.

"Dengan kondisi yang sulit air, masyarakat di Gunungkidul diimbau untuk lebih berhemat dalam mengelola air," ujar dia.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan bahwa sejauh ini ada 28 ribu warga yang berpotensi terdampak kekeringan yang tersebar di delapan kecamatan.

"Sejauh ini sudah empat kecamatan yang mengajukan permohonan distribusi air bersih. Potensi kekeringan pun bisa meluas jika mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement