Ahad 30 Nov 2025 11:00 WIB

Korban Meninggal Akibat Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar Capai 303 Jiwa

Sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Muhammad Hafil
Selama banjir melanda Provinsi Aceh, telah terdistribusi 282 ribu paket makanan untuk korban terdampak.
Foto: BGN
Selama banjir melanda Provinsi Aceh, telah terdistribusi 282 ribu paket makanan untuk korban terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata jumlah korban meninggal dari bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat mencapai 303 orang. 

Pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Utara, tercatat 166 korban meninggal dunia dan 143 orang masih dinyatakan hilang. Dampak terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

 

“Sumatra Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah menjadi 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan yang dipimpin oleh Basarnas. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto pada Ahad (30/11/2025).

 

Pada hari kedua pasca penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh, ada sebanyak 47 korban meninggal dunia, 51 orang hilang, serta 8 orang luka-luka. Jumlah pengungsi mencapai 48.887 kepala keluarga yang tersebar di berbagai wilayah, dengan sebaran tertinggi di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

 

“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya, karena ada operasi SAR gabungan yang kemungkinan akan terus menemukan korban,” ujar Suharyanto.

 

Sedangkan dua hari setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Provinsi Sumatera Barat, tercatat 90 korban meninggal dunia, 85 orang hilang, dan 10 orang mengalami luka-luka. Kabupaten Agam mencatat jumlah korban tertinggi. 

 

“Korban jiwanya ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang dan 10 luka-luka,” ujar Suharyanto.

 

Data sementara menunjukkan sebanyak 11.820 kepala keluarga atau sekitar 77.918 jiwa mengungsi, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sejumlah jalur provinsi dan nasional terputus akibat longsor dan kerusakan jembatan, sehingga menyulitkan akses distribusi. 

 

"Meski demikian, logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan telah tiba, dan delapan titik tambahan dalam proses pengiriman dengan pengawalan kepolisian," ujar Suharyanto. 

 

BNPB telah menempatkan 24 personel untuk mendampingi percepatan penanganan di Sumatera Barat. Bantuan darurat dari Presiden RI berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan ribuan dus makanan siap saji telah tiba di Bandara Minangkabau. 

 

"Pesawat Caravan serta helikopter Bell 505 juga telah digerakkan untuk mendukung distribusi ke wilayah yang belum dapat diakses melalui darat," ujar Suharyanto. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement