Kamis 10 Aug 2023 12:57 WIB

Sidang Mario Dandy Ditunda, Ayah David Ozora Kecewa 

Ayah David Ozora kecewa sidang pembacaan tuntutan Mario Dandy ditunda.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Ayah dari korban kasus penganiayaan terhadap David Ozora, Jonathan Latumahina. Ayah David Ozora kecewa sidang pembacaan tuntutan Mario Dandy ditunda.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ayah dari korban kasus penganiayaan terhadap David Ozora, Jonathan Latumahina. Ayah David Ozora kecewa sidang pembacaan tuntutan Mario Dandy ditunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sidang pembacaan tuntutan terdakwa Mario Dandy Satriyo (20 tahun) dan Shane Lukas (19 tahun) atas perkara penganiayaan berat terhadap korban David Ozora (17 tahun) pada Kamis (10/8/2023) ditunda lantaran jaksa belum siap. Menanggapi hal itu, ayah David Ozora, Jonathan Latumahina mengungkapkan rasa kecewanya. 

Jonathan menyayangkan penundaan sidang pembacaan tuntutan tersebut. Pasalnya, perkara itu sudah berlangsung lama, sementara jaksa masih mengaku belum siap untuk membacakan tuntutan. 

Baca Juga

"Kalau kita ingat lagi, ini perkara sudah enam bulan dari proses kejadian tanggal 22 Februari 2023 sampai hari ini. Kalau mengingat kasus, sebuah kasus penganiayaan, rasanya ini sudah cukup lama ya, dan kita berharap hari ini jaksa sudah ready untuk membacakannya, tetapi ternyata ditunda," kata Jonathan kepada wartawan usai keluar dari ruang persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/8/2023). 

Jonathan masih mempertanyakan alasan ketidaksiapan jaksa untuk membacakan tuntutan pada hari ini. Dia pun mengungkapkan kekecewaannya karena tidak jadi dibacakan sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. 

"Jadi kita butuh klarifikasi dari jaksa, kenapa hari ini tidak jadi membacakan tuntutan. Terkait harapan kami tentu harapannya tuntutan ini adalah tuntutan yang berpihak pada korban, berpihak kepada masyarakat untuk memberikan efek jera, jadi kita lihat indikasi tuntutannya, maksimal atau enggak seperti itu," jelas dia. 

Lebih lanjut, Jonathan mengungkapkan adanya keanehan karena biasanya pengacara-pengacara Mario Dandy dan Shane Lukas datang sejak awal. Sementara hari ini tidak komplit alias absen. Ayah David Ozora pun mengaku curiga. Hal itu disangkutpautkan dengan hasil hukuman bagi Ferdy Sambo dan kawan-kawan (dkk). 

"Seperti sudah tahu, ini sih pikiran buruk saja, begini lah hukum di negeri ini kalau enggak dikawal ya tahu sendiri kemarin kasasi saja tiba-tiba di hukuman mati bisa seumur hidup, diskon-diskon, kita sebenarnya pengen jaga itu, teman-teman (wartawan) pasti menyaksikan karena setiap sidang ada di sini bagaimana fakta-fakta hukum tentang Mario ini terbuka, bagaimana dia berbohong juga terbuka semua," jelas dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement