Rabu 02 Aug 2023 13:48 WIB

Mendikbudristek Lepas 15 Ribu Peserta Pertukaran Mahasiswa

Mahasiswa adalah sosok yang diharapkan mampu menyebarluaskan semangat toleransi.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Gita Amanda
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, melepas 15.286 mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan III. (ilustrasi)
Foto: Dok Kemendikbudristek
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, melepas 15.286 mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan III. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, melepas 15.286 mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan III. Mereka akan mengikuti perkuliahan selama satu semester di perguruan tinggi penerima di luar klaster pulau perguruan tinggi asal.

“Apresiasi saya untuk para mahasiswa Indonesia yang terus semangat, berani keluar dari zona nyaman dan mencari tantangan baru. Dalam satu semester kedepan saya berharap adik-adik semua dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya di kampus dan daerah tujuan kalian masing-masing,” kata Nadiem dalam siaran pers, Rabu (2/8/2023).

Baca Juga

Pada kesempatan ini, Nadiem menekankan pentingnya merawat kebinekaan sebagai pondasi utama membangun peradaban bangsa. Menurut dia, mahasiswa adalah sosok yang diharapkan mampu menyebarluaskan semangat toleransi, penggerak perubahan bagi lingkungan sekitarnya. Karena itu, program PMM hadir guna mempersiapkan para mahasiswa yang mampu meningkatkan dan menggerakkan kebinekaan Indonesia.

Lebih dari 11 ribu mahasiswa mengikuti Program PMM angkatan pertama, dan 12 ribu mahasiswa mengikuti program ini pada angkatan kedua. Pada penyelenggaraan angkatan ketiga, program itu akan mengirimkan 15.286 mahasiswa untuk belajar di luar kampus asal mereka. 

 

“Sejak diluncurkan tiga tahun yang lalu saya telah melihat betapa antusiasnya para mahasiswa menyambut program PMM ini. Karena terus meningkatnya antusiasme tersebut, pada periode ketiga ini kami mengirimkan lebih banyak mahasiswa dari periode-periode sebelumnya,” ujar dia.

Nadiem berpesan kepada mahasiswa untuk dapat memanfaatkan kesempatan yang dimiliki selama mengikuti program untuk belajar banyak hal dan memperoleh pengalaman-pengalaman berharga. Dia meminta mereka untuk mempelajari secara mendalam kultur masyarakat setempat dan hargai setiap perbedaan.

 

“Perbanyaklah diskusi dan bertukar pikiran dengan sosok-sosok inspiratif di sana dan ambil semua kesempatan yang akan memperkuat karakter dan kompetensi kalian di berbagai bidang. Teruslah bersemangat menjadi garda terdepan kemajuan Indonesia dengan bergerak serentak wujudkan Merdeka Belajar,” kata dia.

 

Marsell Stefen Lontaan, salah satu peserta PMM Angkatan III asal Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Yos Sudarso Purwokerto, mengungkapkan antusiasmenya untuk belajar hal-hal baru lewat Program PMM. Dia mengaku tidak sabar untuk menjalani program tersebut yang akan memberinya pengalaman dan semangat baru dalam belajar.

 

“Saya harap semangat kebersamaan dan semangat belajar yang kami bawa dapat menjadi sumbangsih positif dalam memperkuat persatuan dan menebarkan nilai toleransi di seluruh penjuru tanah air,” ujar Marsell.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement