Kamis 13 Jul 2023 07:06 WIB

Munaslub Golkar Harus Dilaksanakan Jika Airlangga tak Penuhi Rekomendasi Dewan Pakar

Munaslub Golkar dinilai harus dilaksanakan jika Airlangga tidak memenuhi rekomendasi.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam. Munaslub Golkar dinilai harus dilaksanakan jika Airlangga tidak memenuhi rekomendasi.
Foto: BPH Migas
Anggota Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam. Munaslub Golkar dinilai harus dilaksanakan jika Airlangga tidak memenuhi rekomendasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Ridwan Hisjam mengatakan bahwa Dewan Pakar Partai Golkar telah mengeluarkan tiga rekomendasi untuk Airlangga Hartarto. Dua poin utamanya, pertama adalah meminta Menteri Koordinator Perekonomian itu segera mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden (capres).

Kedua, Partai Golkar harus membentuk poros baru untuk kendaraan politik Airlangga sebagai bakal capres. Jika dua poin tersebut tak terlaksana, musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) untuk melengserkan Airlangga dari kursi ketua umum Partai Golkar sangat mungkin terjadi.

Baca Juga

"Kalau (poin satu dan dua) tidak dilaksanakan maka otomatis, bukan tidak dilaksanakan, kalau Airlangga tidak bisa membentuk poros baru dan dia (tidak) menjadi calon presiden, maka harus dilaksanakan Munaslub," ujar Ridwan dalam konferensi persnya di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/7/2023).

Anggota Komisi VII DPR itu menegaskan, Munaslub untuk menggantikan ketua umum bukanlah hal yang haram dalam partainya. Sebab hal tersebut sudah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Partai berlambang pohon beringin itu juga sudah memiliki pengalaman menggelar Munaslub. Bahkan, Airlangga yang ditunjuk sebagai ketua umum Partai Golkar merupakan hasil Munaslub untuk menggantikan Setya Novanto yang saat itu terjerat kasus hukum.

Rekomendasi Dewan Pakar juga dihasilkan semata-mata untuk menyelamatkan dan membangkitkan Partai Golkar pada pemilihan umum (Pemilu) 2024. Ia berkaca kepada sejumlah hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu.

"Jadi Munaslub itu adalah jawaban dari nomor satu. Kapan jawaban (dari rekomendasi poin satu dan dua) itu dilaksanakan? Agustus. Karena kalau tidak sudah terlambat sudah," ujar Ridwan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F Paulus menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin itu di setiap kelompok dan tingkatannya solid jelang Pemilu 2024. Tegasnya, tak pernah ada upaya atau dorongan digelarnya Munaslub untuk melengserkan Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum Partai Golkar.

"Saya tidak melihat itu (dorongan digelarnya Munaslub), Golkar kan solid. Bayangkan kita tinggal 217 hari menuju hari pencoblosan masa kita bicara Munaslub," ujar Lodewijk di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/7/2023).

Partai Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga disebutnya solid untuk menghadapi Pemilu 2024. Ia juga membantah adanya ketidakpastian sikap yang menyebabkan mesin politik partainya loyo.

"Kalau kita bicara Munaslub saya pikir waduh kita jauh banget. Kita saat ini sudah fokus bagaimana Pilpres, Pileg, Pilkada. Pilkada aja kita sisihkan nanti setelah pileg dengan pilpres. Bagaimana kita bicara Munaslub? enggak masuk akal kan," ujar Lodewijk.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement