Senin 10 Jul 2023 08:00 WIB

Tim Matematika Tingkat SD Indonesia Raih Prestasi di Kompetisi Internasional

Tim Matematika Indonesia berprestasi di ajang BIMC 2023.

Tim Matematika Level SD Indonesia berprestasi di ajang Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2023.
Foto: Dok. KPM
Tim Matematika Level SD Indonesia berprestasi di ajang Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tim Indonesia telah menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi membanggakan dalam ajang Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2023 yang digelar secara daring (online) pada 1-7 Juli 2023. Ajang tahunan tersebut diikuti oleh 328 peserta level SD yang terbagi dari 82 tim dan 320 peserta level SMP yang terbagi dalam 80 tim dari 31 negara. 

Dalam kompetisi tersebut, siswa-siswi Indonesia berhasil menorehkan prestasi dengan perolehan penghargaan 2 perak, 3 perunggu, dan 7 merit untuk kategori Individual Contest. Adapun untuk kategori Team Contest tim yang digawangi Klinik Pendidikan MIPA (KPM) meraih penghargaan Second Runner Up untuk masing-masing kategori SD dan SMP. Selain itu, Tim Indonesia juga meraih Second Runner Up kategori Group Award level SMP

Baca Juga

Team Leader Indonesia, Muchammad Fachri, menjelaskan bahwa Bulgaria International Mathematics Competition (BIMC) 2023 adalah salah satu lomba matematika internasional yang diprakarsai oleh IMC Executive Board Committee yang berpusat di Taiwan. 

“Lomba ini terbagi menjadi dua level/tingkatan yaitu untuk tingkat SD (Key Stage 2) dan tingkat SMP (Key Stage 3). Selain itu, terdapat dua bentuk lomba, yakni Individual Contest dan Team Contest,” kata Fachri, dalam keterangan tertulis, Senin (10/7/2023).

 

“Pada lomba tersebut, Tim Indonesia level SD harus menyelesaikan tantangan soal sebanyak 15 butir soal isian singkat. Sedangkan untuk level SMP mendapatkan jumlah soal yang sama, namun 3 soal terakhir harus menguraikan jawaban,” kata Fachri. 

“Sedangkan untuk Team Contest atau beregu itu terdiri dari 10 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 70 menit dengan pembagian 5 isian singkat dan 5 uraian,” tambah Fachri. 

Sebelum peserta mengikuti ajang BIMC 2023, diadakan seleksi terlebih, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembinaan. “Proses pembinaannya kita melaksanakan training atau kita sebutnya dengan karantina yang dilaksanakan sebanyak tiga Minggu dilakukan secara online dan satu Minggu dilakukan secara offline,” katanya.

Fachri menambahkan, soal lomba yang disajikan tahun ini cukup berat. Hal ini diketahui ketika moderasi dan rapat team leader. 

“Banyak negara yang menyampaikan bahwa soal lomba tahun ini lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pelatihan pasca pandemi yang sangat berat juga dirasakan oleh beberapa negara. Mereka kesulitan dalam mencari dan melatih tim untuk IMC kali ini,” ujar Fachri. 

“Meskipun, di tengah soal yang menantang dan unik serta pelatihan cukup berat pasca pandemi yang juga dirasakan peserta dari negara lain, Alhamdulillah, KPM dapat kembali menorehkan prestasi di kompetisi International Mathematics Competition (IMC) 2023 yang kali ini dilaksanakan di Bulgaria,” tambah Fachri. 

Sementara itu, peraih medali perak, Aldiza Nauval Putra Mulyanto, mengungkapkan bagaimana persiapan dirinya sebelumnya mengikuti BIMC 2023. “Persiapan saya dalam menghadapi BIMC adalah saya sering berlatih mengerjakan soal soal matematika, baik melalui buku dan soal soal di internet serta rajin mengikuti pembinaan dari KPM,” ungkap Aldiza. 

Siswa SMPN 27 Jakarta ini menambahkan bahwa motivasi ikut BIMC untuk mengasah kemampuan matematika dan menambah wawasan serta terdapat keseruan tersendiri bagi Aldiza. 

“Saya ingin berkompetisi di bidang matematika dengan negara-negara lain untuk menambah wawasan pengetahuan, pengalaman dan teman. Dalam BIMC 2023 terdapat Puzzle Contest yang membuat saya tertarik dan menyenangkan untuk diikuti," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Hoshe Satria Yuda. Siswa asal SMP Kanisius Pati ini mengungkapkan persiapan menuju BIMC 2023. “Persiapan khusus saya ada 2, yaitu yang pertama pelatihan, khususnya memang disiapkan oleh KPM bagi para peserta BMC. Kedua adalah intensitas belajar. Saya tingkatkan dengan seorang lebih baik maupun bersama teman saya,” ungkapnya. 

Hoshe menambahkan bahwa BIMC ini menjadi ajang penutup manis sebagai siswa SMP. “Penghargaan ini adalah sebuah penutupan yang manis untuk masa SMP saya. Oleh karena itu, saya berharap semoga penghargaan ini dapat memotivasi saya untuk semakin terus berusaha untuk mendapatkan penghargaan-penghargaan lain di masa SMA,” ujarnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement