Kamis 06 Jul 2023 19:24 WIB

Klaim PDIP Bertemu PKB, Syaiful Huda: Kita Masih Bersama Gerindra

Bambang Pacul mengaku bertemu Ketua Fraksi PKB Cucun Ahmad.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus raharjo
Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Syaiful Huda menjelaskan alasan partainya memingit Abdul Muhaimin Iskandar hingga pengumuman capres-cawapres, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/6/2023).
Foto: Republika/Nawir Asyad Akbar
Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Syaiful Huda menjelaskan alasan partainya memingit Abdul Muhaimin Iskandar hingga pengumuman capres-cawapres, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda menegaskan komitmennya bersama Partai Gerindra dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Meskipun adanya pertemuan antara partainya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Kemarin, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP, Bambang Wuryanto enggan mengungkap ada atau tidaknya syarat yang diajukan PKB jika ingin bergabung dalam koalisi pengusung Ganjar Pranowo. Huda pun enggan menjawab ada atau tidaknya syarat tersebut.

Baca Juga

"Kita masih sama Gerindra, kita tunggu aja nanti setelah pertemuan Gus Imin dengan Bu Mega," tutur Huda ketika ditanya ada atau tidaknya syarat tersebut, Kamis (6/7/2023).

Jelasnya, komitmen tersebut terbukti dari terbukanya PKB dan Partai Gerindra dalam menyampaikan komunikasinya dengan partai lain. Prabowo Subianto dan Abdul Muhaimin Iskandar juga duas sosok yang saling membutuhkan untuk Pilpres 2024.

 

"Prinsipnya Pak Prabowo dan Gus Imin ini sama-sama saling membutuhkan. Tadi saya ceritakan di depan, Pak Prabowo punya kepentingan buat untuk dapat elektoral tinggi di Jawa Timur dan kebetulan saja gitu PKB termasuk yang menguasai di sana, figur Cak Imin menguasai di sana," ujar Huda.

"Karena pemilu, dari pilpres ke pilpres Pak Prabowo selalu kurang angka sekitar sembilan sampai 10 juta, dan itu ada di Jawa Timur dan PKB bisa berkontribusi kuat di sana," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Bappilu PDIP, Bambang Wuryanto mengungkapkan adanya pertemuan dirinya dengan Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. Pertemuan tersebut terjadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (5/6/2023).

"Itu kita ngobrol kemarin di sana, bagaimana kerja sama ke depannya. 'Apakah di situ capres cawapres dibicarakan?' ya dibicarakan," ujar Bambang di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/7/2023).

Ada masukan dari PKB dalam pembicaraan tersebut, tetapi Bambang enggan membocorkannya. Namun, pembicaraan tersebut akan disampaikan ke Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Mosok saya bocorin, nanti Pacul cangkeme (mulutnya) rusak. Nah oleh karena itu harus komit dulu, tidak boleh ngomong, kita bolehnya kan ke Ibu Ketum, makanya nanti kita sampaikan," ujar Bambang.

Ditanya, apakah PKB menawarkan syarat jika bergabung dengan PDIP untuk mendukung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024, Bambang enggan menjawabnya. Ia sekali lagi menyampaikan, pembicaraan tersebut akan disampaikan kepada Megawati.

"Jangan kau jebak aku, enggak boleh begitu, yang disampaikan oleh kawan-kawan PKB ini harus sampai ke Bu Ketum yang disampaikan pagi ini. Siapa yang menyampaikan? Ketua fraksi Utut Adianto," ujar Sekretaris Fraksi PDIP DPR itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement