Rabu 05 Jul 2023 05:29 WIB

Rumput JIS yang Pertama di RI dengan Sistem Hibrida, Mengapa Dinilai tak Berstandar FIFA?

Menteri PUPR menyebut rumput JIS akan diganti semua dengan anggaran Rp 6 miliar.

Suasana Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023). Pemerintah akan merenovasi JIS sesuai dengan standar FIFA agar bisa menjadi salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Renovasi yang meliputi akses masuk bus bagi pemain dan pejabat, rumput stadion dan berbagai aspek teknis lainnya tersebut ditargetkan rampung dalam tiga bulan.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Suasana Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (4/7/2023). Pemerintah akan merenovasi JIS sesuai dengan standar FIFA agar bisa menjadi salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023. Renovasi yang meliputi akses masuk bus bagi pemain dan pejabat, rumput stadion dan berbagai aspek teknis lainnya tersebut ditargetkan rampung dalam tiga bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Afrizal Rosikhul Ilmi, Haura Hafizhah, Nawir Arsyad Akbar, Antara

Rumput lapangan di Jakarta International Stadium (JIS) dinilai oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono tidak memenuhi standar FIFA. Saat inspeksinya bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir ke JIS pada Selasa (4/7/2023), Basuki menyebutkan dibutuhkan anggaran Rp 6 miliar untuk mengganti seluruh atau satu lapangan rumput JIS.

Baca Juga

"Mulai rumput butuh Rp 6 miliar satu lapangan anggarannya dari PUPR," kata Basuki.

Basuki memastikan, rumput akan diganti sebelum JIS diusulkan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17 2023. Sehingga, renovasi JIS akan rampung sebelum tim dari FIFA melaksanakan inspeksi. 

"Kita akan ganti semua rumput tersebut," ujarnya menambahkan. 

Ihwal masalah rumput, pendapat Basuki sebenarnya merujuk kepada konsultan dari Karya Rama Prima (KaerPe), Qamal Mustaqim yang kemarin ikut melakukan inspeksi di JIS. Angka Rp 6 miliar sebagai anggaran penggantian semua rumput JIS pun didapatnya dari Qamal.

"Saya tanya tadi rumput ke Pak Qamal Mustaqim (Chairman Karya Rama Prima (KaerPe) sekitar Rp 6 miliar," kata Basuki.

Qamal Mustaqim yang adalah Chairman KeerPe, mengatakan solusi sementara yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti rumput di JIS dengan rumput yang sudah jadi. Ia mengungkapkan, kesalahan penanaman di awal menjadi penyebab rumput tersebut tidak memenuhi standar FIFA. 

"Rumput jenisnya japonica, tapi ditanam di karpet sintetis, ini masalahnya. Medianya dangkal jadi akar tidak tembus ke bawah. Rumput itu makhluk hidup butuh sinar dan air. Air tidak terpenuhi karena akarnya dangkal, matahari juga nggak cukup," kata Qamal.

Menurut Qamal, pihaknya menawarkan solusi memindahkan rumput dari lapangan yang sudah jadi seperti dari lapangan golf. Hal itu, kata dia, juga pernah dilakukan saat mempersiapkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) untuk venue Asian Games 2018. Menurutnya, solusi itumenjadi hal yang paling mungkin dilakukan dalam waktu tiga bulan sebelum Piala Dunia U-17 pada November 2023.

"Solusinya sudah kita usulkan ke Pak Menteri bahwa yang bisa dilakukan memindahkan lapangan yang sudah jadi, salah satunya dari lapangan golf. Yang mungkin kalau bapak ibu mengikuti pekerjaan kami di GBK, Asian Games 2018 itu memindahkan lapangan dari golf, itu yang bisa dilakukan. Kalau rusak kita harus ganti langsung secara soding namanya. Itu solusi paling dekat, karena 3 bulan. Kalau jangka panjang ganti rumput yang tahan soding," kata dia.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menargetkan renovasi JIS rampung dalam tiga bulan. Ia mengaku ingin mengusulkan JIS sebagai salah satu venue dari kejuaraan internasional tersebut.

Menurut Erick, banyak hal yang perlu dievaluasi termasuk akses keluar masuk penonton hingga kondisi rumput di dalam lapangan JIS. Erick berharap tidak ada polemik dalam merenovasi JIS.

"Kita memperbaiki supaya ini bisa masuk standar FIFA. Itu pun masih dipertanyakan, apa sudah pasti atau tidak, belum tentu. Tapi kita upayakan sesuai pengalaman. Seperti itu tadi, kalau rumput yang existing jelas tidak akan diterima makannya kita ganti," kata Erick.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan bahwa JIS merupakan proyek besar yang perlu dibanggakan. Jika memang ada kekurangan, sudah sewajarnya untuk dibenahi. 

"JIS Adalah satu rangka proyek besar kita yang perlu dibanggakan. Kalau ada kekurangan ya dibenahi saja, tidak sesuai dengan FIFA ya disesuaikan saja," ujar Aboe di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (4/6/2023). 

Menurut Aboe, jangan karena Anies Baswedan dan hal-hal yang bersifat politis, JIS dicari-cari kesalahan-kesalahannya. Jika memang ada yang tak sesuai standar, ia menambahkan, lebih baik langsung diperbaiki saja. 

"Kalau dia ada kesalahan kekurangan bantu saja, itu kan NKRI, gubernur kita juga. Jangan gara-gara politik kesannya jadi buruk," ujar Aboe. 

"Mari kita benahi, Anies adalah warga Indonesia yang kita bangga kan dan perlu diperlu kita bangun bersama. Warga Indonesia kita banggakan dan perlu kita bangun bersama," sambung anggota Komisi III DPR itu. 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement