Senin 03 Jul 2023 06:00 WIB

Rektor Unair Ungkap Kunci Peningkatan Ranking Unair di Dunia

Keguyuban, kerukunan, dan kebersamaan civitas Unair jadi kunci peningkatan rangking

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Rektor Unair Prof. M. Nasih mengungkapkan, terus meningkatkan ranking Unair tiada lain karena terpeliharanya keguyuban, kerukunan, dan kebersamaan dari seluruh civitas academica yang ada.
Foto: dok Unair
Rektor Unair Prof. M. Nasih mengungkapkan, terus meningkatkan ranking Unair tiada lain karena terpeliharanya keguyuban, kerukunan, dan kebersamaan dari seluruh civitas academica yang ada.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Peringkat Universitas Airlangga (Unair) sebagai perguruan tinggi terbaik di dunia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini Unair menduduki peringkat ke-345 dunia berdasarkan perankingan yang dilakukan lembaga pemeringkatan dunia Quacquarelli Symonds (QS). Meningkat 24 poin dibanding tahun sebelumnya, dimana Unair menempati ranking 369 dunia.

Rektor Unair Prof. M. Nasih mengungkapkan, terus meningkatkan ranking Unair tiada lain karena terpeliharanya keguyuban, kerukunan, dan kebersamaan dari seluruh civitas academica yang ada. Selain itu, lanjut Nasih, seluruh civitas academica Unair juga menjadikan visi yang dipegang perguruan tinggi sebagai visi yang menjadi komitmen bersama.

"Keguyuban, kerukunan, dan kebersamaan seluruh civitas academica menjadi penting. Dan syaratnya adalah menjadikan visi sebagai visi bersama," kata Nasih di Gedung Rektorat Kampus C Unair, Surabaya.

Nasih pun berterima kasih kepada senior terdahulunya yang telah menyiapkan visi yang sangat baik, yakni menjadikan Unair sebagai perguruan tinggi yang mandiri, inovatif, dan terkemuka baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Visi tersebut kemudian diterjemahkan dalam bentuk strategi yang bisa menjadikan Unair sebagai kampus yang mampu bersaing di panggung dunia.

"Visi ini kita komitmen secara bersama. Bagaimana visi itu menjadi nyata direalisasikan. Karena sudah punya komitmen, pengembangan strategi menjadi hal yang sangat penting. Penetapan milestone juga menjadi penting karena kita gak mungkin ujug-ujug bisa seperti saat ini," ujarnya.

Nasih melanjutkan, perjuangan untuk memperbaiki peringkat Unair di tingkat dunia dimulai pada 2015, pada periode pertama dirinya menjabat. Dimana ia mulai melakukan pernyempurnaan di bidang riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Pada periode kedua, setelah fondasi tersebut diperbaiki, Unair disebutnya langsung merangkak lebih cepat lagi dengan memberikan kebermaknaan kepada apapun yang dilakukan secara bersama-sama.

"Dan kami sangat bersukur lantaran seluruh civitas academica bersatu padu dan gotong royong untuk bersama-sama mensukseskan dan meraih mimpi kita bersama," ucapnya.

photo
Seluruh civitas academica Unair juga menjadikan visi yang dipegang perguruan tinggi sebagai visi yang menjadi komitmen bersama. - (Dok Unair)

 

Meski demikian, Nasih enggan berpuas diri. Nasih menyatakan masih banyak hal yang harus diperbaiki untuk memperbaiki ranking Unair di tingkat dunia. Di antaranya kebermanfaatan riset (meaningful research) dan pengembangan SDM. Nasih pun akan mendorong seluruh akademika Unair berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat dunia, yang itu bisa dimunculkan dari riset-riset yang dilakukan.

"Ini yang perlu terus kita dorong agar riset-riset kawan lebih bermakna lagi, lebih bisa dimanfaatkan lagi," kata dia.

Program yang akan terus didorong adalah mengembangkan riset-riset multiyears yang itu nanti akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Bahkan diharapkannya tidak hanya berakhir pada proses penelitian, tetapi bisa masuk pada proses hilirisasi.

Nasih melanjutkan, yang menurutnya juga perlu didorong adalah 

peningkatan tenaga pengajar dan mahasiswa internasional. Meskipun, kata dia, tantangannya cukup berat. Sebab, kata dia, mahasiswa dari dalam negeri saja masih banyak yang belum bisa tertampung.

"Nanti kalau terlalu banyak student dari luar (negeri) kasian yang dari dalam (negeri). Tapi kita akan melalukan top up dengan tidak mengurangi jumlah mahasiswa nasional, kemudian mendorong adanya penambahan mahasiswa internasional. Internasionalisasi ini juga akan kita dorong secara terus menerus," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement