Kamis 29 Jun 2023 22:06 WIB

Pasutri Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat, Polres Tulungagung Lakukan Penyelidikan

Pasutri itu diduga menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Pembunuhan, ilustrasi
Pembunuhan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TULUNGAGUNG -- Aparat kepolisian menyelidiki kasus kematian sepasang suami istri yang ditemukan tewas bersimbah darah dengan tubuh terikat di dalam rumahnya di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (29/6/2023). Muncul dugaan pasutri bernama Rei Suharno (54) dan Ning (55) itu menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

"Benar telah ditemukan dua orang meninggal di dalam rumah di Desa Ngantru Kecamatan Ngantru, Kamis petang tadisekitar pukul 17.00 WIB," kata Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu M. Anshori dikonfirmasi melalui telepon.

Belum diketahui pelaku pembunuhan tersebut. Dugaan Rei Suharno dan istri menjadi korban perampokan mengacu kondisi tubuh keduanya yang terikat saat ditemukan.

Sehari-hari Rei Suharno dikenal sebagai pengusaha kolam renang yang berada di sebelah utara rumahnya di depan SMPN 1 Ngantru. Sedangkan, Ning dikenal sebagai tukang rias.

Pasutri tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi bersimbah darah oleh anaknya. Keseharian keduanya tinggal berdua di rumah dua lantai yang berada di pinggir jalan nasional.

Warga yang mendengar kejadian itu berkerumun di sekitar tempat kejadian. Polisi terlihat sibuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi mengelilingi gerbang depan rumah.

"Polisi saat ini masih melakukan olah TKP. Tunggu saja nanti hasil penyelidikannya," kata Anshori.

 

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement