Senin 19 Jun 2023 21:20 WIB

Kota Denpasar Didorong Masuk Jejaring Kota Kreatif Versi UNESCO

Kota Denpasar mempunyai potensi ekonomi kreatif yang besar.

Ilutrasi ritual keagamaan di Denpasar Bali jadi salah satu magnet wisata. Kota Denpasar mempunyai potensi ekonomi kreatif yang besar
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Ilutrasi ritual keagamaan di Denpasar Bali jadi salah satu magnet wisata. Kota Denpasar mempunyai potensi ekonomi kreatif yang besar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Setelah Surakarta dan Depok ditetapkan sebagai perwakilan Indonesia yang masuk daftar nominasi UNESCO Creative Cities Network 2023, Kota Denpasar, Bali didorong masuk Jejaring Kota Kreatif UNESCO.     

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno  saat menghadiri acara Kelana Nusantara pada Ahad, 18 Juni 2023 di Istana Taman Jepun, Denpasar, Bali.

Baca Juga

“Saya ingin mendorong Kota Denpasar menyusul beberapa kota ainnya di Indonesia untuk masuk UNESCO Creative Cities Network. Para pelaku usaha terutama di bidang ekonomi kreatif harus segera menyiapkan produk-produk yang berkualitas dunia,” ujar dia. 

Dikatakan lebih lanjut, “Kami di pemerintahan juga harus gercep (gerak cepat) dengan program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu, salah satunya melalui kegiatan Kelana Nusantara ini,” imbuh Menparekraf.

Baca juga: Mengapa Tuyul Bisa Leluasa Masuk Rumah? Ini Beberapa Penyebabnya 

Sandiaga berharap melalui kegiatan Kelana Nusantara ini ada diskusi sehingga para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) mendapatkan banyak inspirasi untuk melakukan inovasi. 

“Harapannya dari kegiatan ini para pelaku UMKM bisa meningkat omzetnya, membuka peluang usaha dan lapangan kerja karena targetnya 2024 insyaa Allah 4,4 juta lapangan kerja baru bisa tercipta,” tutur dia.  

Dalam kesempatan yang sama Sandiaga juga memberikan kiat-kiat beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha berbasis ekonomi digital dan pentingnya kolaborasi. 

Melalui forum Kelana Nusantara, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Haryanto, juga akan memastikan untuk terus mengaktivasi database ekosistem Kabupaten/Kota Kreatif.

“Dari data yang sudah ada, kami pastikan ke depan kita akan terus mengaktivasi sesuai dengan kebutuhan para pelaku ekraf sehingga bisa menghasilkan karya dan turut berperan serta dalam membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement