Ahad 18 Jun 2023 17:29 WIB

Lomba Sampan Semarakkan HUT Bhayangkara

Lomba sampan mengedukasi masyarakat pesisir agar lebih menjaga keselamatan.

Ilustrasi lomba sampan.
Foto: ANTARA/Didik Suhartono
Ilustrasi lomba sampan.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Polda Kepulauan Riau (Kepri) merayakan Hari Bhayangkara ke-77 dengan mengadakan lomba balap dayung sampan dan 'ketinting' yang diikuti puluhan masyarakat pesisir Kepri di Pelabuhan Beton Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam Kepulauan Riau, Ahad (18/6/2023).

"Kegiatan yang digelar Ditpolairud Polda Kepri itu terdapat dua kategori perlombaan, yakni lomba dayung sampan dan lomba kecepatan mesin ketinting. Untuk dayung sampan diikuti oleh 32 peserta dan ketinting diikuti 38 peserta. Pesertanya masyarakat pesisir di wilayah Kepri," ujar Kapolda Kepri Irjen Pol Tabana Bangun di Batam Kepulauan Riau.

Baca Juga

Kapolda mengatakan selain dalam rangkaian memperingati HUT Bhayangkara ke-77, kegiatan tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan pariwisata dan menjaga kearifan lokal.

Tidak hanya itu, lomba sampan mengedukasi masyarakat pesisir agar lebih menjaga keselamatan dalam menggunakan transportasi laut. Kegiatan itu juga diharapkan menjadi ajang menjaga tradisi.

"Kegiatan ini momentum memeriahkan HUT Bhayangkara ke-77, dan memelihara dalam bentuk perlombaan apa yang telah melekat di masyarakat. Ini diharapkan jadi ajang edukasi untuk bisa lebih menjaga keselamatan dalam transportasi perairan," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, perlombaan yang sekaligus berguna untuk menjaga kearifan lokal itu diharapkan bisa menjadi ajang edukasi anak muda tentang budaya masyarakat Melayu pesisir.

"Ini merupakan kearifan lokal yang perlu mendapat perhatian untuk membangun pengetahuan kepada generasi muda," ucap Ardi.

Dia menjelaskan kegiatan perlombaan dayung sampan dan 'ketinting' dalam pariwisata masuk dalam kategori atraksi budaya. Dengan kegiatan seperti itu diharapkan warisan budaya tetap terjaga.

"Kegiatan ini juga termasuk sebagai atraksi budaya kelautan dengan mendukung alam sekitar perairan. Perahu ketinting juga sebagai sarana transportasi tradisional yang wajib dilestarikan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement