Rabu 14 Jun 2023 19:33 WIB

Polres Garut Amankan 81 Preman yang Resahkan Masyarakat

Polisi tidak segan menembak jika preman melawan.

Polres Garut melakukan konferensi pers terkait aksi premanisme saat momen mudik Lebaran, di Polres Garut, Jumat (21/4/2023).
Foto: Dok. Republika
Polres Garut melakukan konferensi pers terkait aksi premanisme saat momen mudik Lebaran, di Polres Garut, Jumat (21/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Kepolisian Resor Garut mengamankan 81 preman yang selama ini dilaporkan sudah meresahkan masyarakat seperti pemalakan, parkir liar, dan aksi premanisme lainnya di wilayah perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (14/6/2023).

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro yang memimpin langsung operasi pemberantasan preman mengatakan, seluruh preman diamankan di sejumlah tempat wilayah perkotaan yakni Kecamatan Tarogong Kaler, dan Garut Kota.

Baca Juga

"Hari ini kita amankan di dua tempat Kecamatan Tarogong Kaler dan Garut Kota sebanyak 81 orang, terdapat 1 orang membawa senjata tajam," kata Rio.

Ia menuturkan sejumlah personel dari Polres Garut diturunkan dan menyebar ke sejumlah tempat yang disinyalir banyak aktivitas kelompok orang atau preman yang selama ini mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Mereka yang berhasil diamankan itu, kata dia, langsung diangkut menggunakan dua truk Dalmas untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut dan tes urine.

"Ada satu orang yang membawa jenis psikotropika, dan semuanya kita tes urine," katanya.

Ia mengungkapkan operasi pemberantasan preman itu merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas preman melakukan pemalakan, memungut uang parkir kendaraan dan aksi lainnya.

Kapolres menegaskan operasi pemberantasan preman itu akan terus berlanjut, bahkan tidak akan segan-segan untuk ditembak apabila melakukan perlawanan kepada petugas.

Alasan diberikan tindakan tegas dan terukur itu, kata dia, karena keberadaan mereka selama ini sudah berani melawan petugas. Ini terbukti ada yang membawa senjata tajam. Kemudian, beberapa waktu lalu ada anggota Polri yang dikeroyok oleh preman di Karangpawitan.

"Kejadian kemarin telah kami ungkap, ada empat orang pelaku pengeroyokan anggota Polri, melihat seperti itu, kita lakukan operasi memberantas preman," katanya.

Dalam operasi penertiban preman itu mendapatkan perhatian banyak masyarakat setempat. Begitu juga saat dibawa dan disuruh jalan bebek lalu dikumpulkan di lapangan Markas Polres Garut.

Kapolres saat operasi penertiban itu sesekali berteriak keras meminta preman agar jalan bebek dari gerbang tempat titik truk Dalmas berhenti sampai ke jalan depan pintu masuk utama Markas Polres Garut.

Seluruh preman berjajar jongkok mendengarkan arahan dan alasan polisi mengamankan preman di wilayah Garut. Bahkan, Kapolres saat memberikan arahan itu memerintahkan kepada anggotanya untuk menembak apabila ada preman melakukan perlawanan kepada petugas.

Selanjutnya, seluruh preman yang diamankan itu menjalani tes urine untuk mendeteksi positif narkoba atau tidak. Mereka yang membawa senjata tajam jenis samurai langsung diproses hukum oleh Satuan Reskrim Polres Garut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement