Senin 12 Jun 2023 16:52 WIB

Potongan Kaki Ditemukan Warga di Surabaya, Diduga Terkait Mayat Sidoarjo

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta melapor.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Agus raharjo
Pembunuhan, ilustrasi
Pembunuhan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Warga di sekitar Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya digegerkan dengan penemuan potongan kaki manusia yang dibungkus tas plastik warna hijau. Jenis dan warna plastik diduga mirip yang digunakan membungkus potongan tubuh manusia tanpa tangan dan kaki yang ditemukan di sekitar Jembatan Trosobo, Sidoarjo, pada Sabtu, 10 Juni 2023.

Kepala Kepolisian Sektor Kenjeran Kompol Ardi Purboyo membenarkan soal temuan potongan tubuh manusia tersebut. "Terkait informasi temuan tas plastik berisi diduga potongan tubuh manusia, itu benar," katanya dikonfirmasi Senin (12/6/2023).

Baca Juga

Ardi mengungkapkan, potongan tubuh tersebut sudah dievakuasi ke RSUD dr Soetomo untuk diautopsi. Ardi mengatakan, kasus penemuan potongan tubuh manusia tersebut telah ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Saat ditanya apakah ada kaitannya dengan penemuan potongan tubuh manusia yang ditemukan di Sidoarjo, Ardi menyatakan, dirinya tidak berwenang menjelaskan kaitan tersebut. "Kami tidak berwenang menjelaskan itu," kata Ardi.

Polresta Sidoarjo belum mampu mengidentifikasi potongan mayat tanpa tangan dan kaki yang ditemukan di sekitar Jembatan Trosobo, Sidoarjo, pada Sabtu, (10/6/2023). Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, mayat yang diduga korban mutilasi itu berjenis kelamin laki-laki, berusia antara 25 hingga 40 tahun.

"Warna kulit sawo matang. Jenis rambut hitam lurus dengan panjang 13 sentimeter," ujarnya.

Ia pun meminta masyarakat, apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke Polresta Sidoarjo. "Apabila ada warga yang merasa kehilangan keluarganya, mohon menghubungi command center Polresta Sidoarjo +62 815-5100-110," ujarnya.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement