Jumat 02 Jun 2023 14:38 WIB

Harga Biji Kopi Robusta Lampung Melonjak

Harga biji kopi robusta Lampung naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 37.500 per kilogram.

Pedagang memperlihatkan biji kopi (Foto: ilustrasi)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pedagang memperlihatkan biji kopi (Foto: ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG BARAT -- Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Lampung Barat Yudha Setiawan mengatakan, harga biji kopi robusta di Lampung Barat melonjak dari kisaran Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 37.500 per kg. "Harga biji kopi asalan pada Mei 2023 menyentuh harga kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 37.500 per kilogram di tingkat pengumpul," kata Yudha Setiawan saat dihubungi dari Pesisir Barat, Jumat (2/6/2023).

Ia mengatakan, harga kopi kualitas terbaik atau premium jauh lebih tinggi dari harga kopi asalan, yakni mencapai Rp 45 ribu per kilogram. Ia menyampaikan, Kabupaten Lampung Barat memiliki komoditas unggulan, yaitu kopi robusta yang berkontribusi 47 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) di Lampung Barat.

Baca Juga

Ia juga mengatakan, saat ini luas lahan perkebunan kopi di Lampung Barat mencapai 54.104 hektare dengan produksi tahun 2022 mencapai 56.054 ton. Namun, tingginya curah hujan di tahun 2022 berdampak pada menurunnya produksi kopi robusta pada 2023, yakni mencapai 20 sampai 50 persen.

Oleh karena itu, pihaknya selalu memberikan kiat atau tips kepada para petani kopi di daerah ini, untuk menjaga dan meningkatkan produksi kopi guna menjaga stabilitas harga.

"Guna menjaga stabilitas pendapatan petani kopi, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus menyampaikan anjuran peningkatan sumber pendapatan usaha tani lainnya, termasuk pengolahan produk maupun upaya peningkatan mutu produk untuk mendapatkan harga lebih tinggi," katanya.

Untuk menjaga produksi kopi tetap stabil, ia menjelaskan, harus mengatasi suhu ekstrem pada tanaman kopi dengan cara melakukan penyiraman. "Perkembangan produksi setiap komoditas sangat dipengaruhi dengan kesesuaian cuaca maupun pola budi daya, atau pemeliharaan yang ramah terhadap cuaca dan sesuai dengan kebutuhan pemeliharaannya seperti ketersediaan unsur hara dan ketersediaan air," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement