Selasa 23 May 2023 14:40 WIB

Dosen UBSI Bantu Implementasikan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Sungai Pinyuh

Kegiatan In House Training (IHT) dosen Universitas BSI digelar selama dua hari

Dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran baru, SMAN 1 Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat mengadakan kegiatan In House Training (IHT). Mengangkat tema Implementasi Kurikulum Merdeka, kegiatan ini digelar selama dua hari mulai dari tanggal 15 hingga 16 Mei 2023, dengan menghadirkan Yoki Firmansyah sebagai narasumber.
Foto: dok Universitas BSi
Dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran baru, SMAN 1 Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat mengadakan kegiatan In House Training (IHT). Mengangkat tema Implementasi Kurikulum Merdeka, kegiatan ini digelar selama dua hari mulai dari tanggal 15 hingga 16 Mei 2023, dengan menghadirkan Yoki Firmansyah sebagai narasumber.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran baru, SMAN 1 Sungai Pinyuh, Mempawah, Kalimantan Barat mengadakan kegiatan In House Training (IHT). Mengangkat tema Implementasi Kurikulum Merdeka, kegiatan ini digelar selama dua hari mulai dari tanggal 15 hingga 16 Mei 2023, dengan menghadirkan Yoki Firmansyah sebagai narasumber. 

Yoki Firmansyah merupakan dosen Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Pontianak sekaligus Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan II, hadir memberikan materi karakteristik Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Sungai Pinyuh. Selain itu, Ia juga membawakan materi terkait Capaian Pembelajaran (CP), Elemen CP, Tujuan Pembelajaran (TP) dan juga alur tujuan pembelajaran TP.

Ismail selaku kepala sekolah SMAN 1 Sungai Pinyuh dalam sambutannya mengatakan bahwa saat ini sekolahnya sedang mempersiapkan diri untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Sehingga dibutuhkan persiapan untuk semua warga sekolah agar memiliki pemahaman tentang Kurikulum Merdeka. 

“Ini merupakan ketiga kalinya, SMAN 1 Sungai Pinyuh mengadakan IHT. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi ilmu tambahan bagi guru dan warga sekolah ketika kami mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Memang tidak mudah dalam mengimplementasikannya, sehingga butuh persiapan agar pemahaman dan pengetahuan para guru sudah siap untuk implementasi,” ujar Ismail dalam keterangan rilis, Jumat (19/5/2023). 

Sementara itu, Yoki Firmansyah mengaku senang sekali dapat berkunjung ke SMAN 1 Sungai Pinyuh, karena dapat membantu sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. 

“Saya pribadi senang sekali dapat berkunjung dan menjadi narasumber IHT di SMA N 1 Sungai Pinyuh, apalagi melihat semangat gurunya yang sangat aktif dan fokus ketika materi disampaikan hingga melakukan praktikum tentang membuat TP dan ATP,” ungkap Yoki. 

Ia berharap dengan adanya kegiatan ini SMAN 1 Sungai Pinyuh siap mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di sekolahnya. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement