Jumat 19 May 2023 09:49 WIB

Bersama Milenial Kapuas Hulu, Srikandi Kalbar Sulap Daun Nyiur Jadi Produk Bernilai

Kabupaten Kapuas Hulu menjadi titik lokasi pelatihan pembuatan sapu.

Para perempuan milenial di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mendapat pelatihan mengolah daun nyiur atau kelapa menjadi produk rumah tangga yang bernilai ekonomis.
Foto: Dok. Web
Para perempuan milenial di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat mendapat pelatihan mengolah daun nyiur atau kelapa menjadi produk rumah tangga yang bernilai ekonomis.

REPUBLIKA.CO.ID, KAPUAS HULU -- Para perempuan milenial di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, mendapat pelatihan mengolah daun nyiur atau kelapa menjadi produk rumah tangga yang bernilai ekonomis. Edukasi tersebut digagas oleh Srikandi Ganjar Kalimantan Barat (Kalbar) yang hendak memberikan manfaat kepada seluruh perempuan agar bisa kreatif, mandiri, dan berdaya. 

Dusun Mentara, Desa Nanga Kalis, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi titik lokasi pelatihan pembuatan sapu lidi dari daun nyiur dengan pengrajin profesional itu berlangsung. 

Baca Juga

"Jadi, sebenarnya Srikandi Ganjar Kalbar menginisiasi kegiatan ini terutama di Kapuas Hulu karena kita merasa bahwa perempuan milenial yang ada sekarang ini perlu untuk diberdayakan," ucap Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Kalbar, Putri Adelia, seperti dilansir pada Jumat (19/5/2023). 

Wanita yang akrab disapa Adel itu menyebut bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sapu lidi pun sangat mudah ditemukan. 

 

Hal ini karena kawasan Kapuas Hulu memang memiliki komoditas perkebunan yang melimpah, di antaranya kelapa dan kelapa sawit. 

Para perempuan milenial itu begitu menikmati setiap proses pembuatan sapu lidi, mulai dari menyiapkan daun nyiur, merautnya satu demi satu, hingga mengikatnya menjadi satu. 

"Kan, ada banyak banget nih sumber inovasi yang bisa dilakukan dan salah satunya kami mengadakan pelatihan ini pembuatan sapu lidi supaya nanti bisa dikembangkan dan dijual," ungkap dia. 

Meski terdengar sederhana, pada sejumlah daerah di Indonesia produk sapu lidi dari bahan daun kelapa atau nyiur berhasil menembus pasar internasional. 

Selayaknya garda perempuan milenial, pihaknya memproyeksikan dalam kegiatan selanjutnya bakal terus mengasah kreativitas dan inovasi perempuan-perempuan di 14 kota/kabupaten Provinsi Kalimantan Barat. 

Salah satu peserta, Nabila (17 tahun) mengaku adanya pelatihan ini dapat mendorong kreativitas perempuan milenial guna mengoptimalkan keanekaragaman hayati menjadi suatu barang bernilai ekonomis. 

"Menurut saya, kegiatan hari ini sangat seru, menginspirasi banyak perempuan, menambah wawasan dan menambah penghasilan di kehidupan sehari-hari karena sapu lidi ini bisa dijual," kata Nabila. 

Bukan kali pertama ini saja kelompok serupa menggandeng putra-putri milenial. Sebelumnya, mereka melakukan pembuatan olahan cokelat bersama di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. 

Koordinator Wilayah Srikandi Ganjar Cindy Miftakhul Maghriza di Blitar, mengemukakan kegiatan ini diadakan untuk menambah kemampuan generasi milenial setempat. Blitar terkenal dengan cokelatnya.

"Pesertanya dari Karang Taruna Kidul Pondok hingga generasi milenial mengikuti acara tersebut. Acara kami gelar guna menambah kemampuan generasi milenial tentang cokelat," kata Cindy, demikian dilansir dari Antara

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement