Jumat 05 May 2023 05:59 WIB

Ahli Yakin Jalan di Lampung yang Diperbaiki Konstruksinya Sementara demi Fasilitasi Jokowi

Pemda Lampung diminta memperbaiki jalan rusak dengan konstruksi bersifat permanen.

Jalan rusak poros Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, diperbaiki sebelum kedatangan Presiden Jokowi, Kamis (4/5/2023).
Foto: Republika/Mursalin Yasland
Jalan rusak poros Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, diperbaiki sebelum kedatangan Presiden Jokowi, Kamis (4/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, Akademisi Institut Teknologi Sumatera (Itera) Dr IB Ilham Malik menilai, konstruksi sementara yang dibangun Pemerintah Provinsi Lampung pada sejumlah ruas jalan terkait rencana kedatangan Presiden Jokowi, belum bisa digunakan untuk jangka panjang. Diketahui, pemerintah daerah Lampung belakangan mengebut perbaikan beberapa ruas jalan yang selama ini dalam kondisi rusak parah.

"Saya menilai ada ruas jalan yang rusak kemudian ditangani dalam satu atau dua hari itu pasti konstruksi jalannya sementara, tidak bisa dianggap konstruksi yang bisa dipakai dalam jangka waktu yang panjang," kata Ilham Malik yang juga pengamat transportasi itu, dihubungi di Bandarlampung, Kamis (4/5/2023).

Baca Juga

Menurut dia, dalam pembangunan jalan memang terdapat konstruksi yang bersifat sementara, semi permanen dan permanen. Kemudian ada yang jalan dibangun, namun sifatnya sementara dan terdapat pula dibangun sesuai dengan kebutuhan pengguna jalan.

"Artinya, apa yang dilakukan Pemprov Lampung yang ramai di media terkait pembangunan jalan dalam satu atau dua hari itu adalah konstruksi sementara, hal ini wajar guna memfasilitasi pihak tertentu untuk kondisi di sana," kata dia.

Namun begitu, ia menekankan bahwa konstruksi sementara yang telah dibangun tersebut, setelah inspeksi Presiden Joko Widodo harus dilanjutkan dengan prosedur penanganan jalan yang sudah direncanakan oleh pihak konsultan.

"Dari sisi konstruksi setiap bangunan apapun termasuk bangunan jalan harus dibangun mematuhi prosedur pelaksanaan konstruksi. Jadi konsultan yang akan melakukan justifikasi, seperti apa sih konstruksi jalan yang dibutuhkan yang dibutuhkan ruas jalan itu apakah rigid pavement ataukah flexible pavement," kata dia.

Kemudian juga, lanjut dia, pemerintah juga harus melihat kekuatan dari jalan yang akan mereka bangun, apakah diperuntukkan untuk penumpang orang saja atau kah juga untuk kendaraan super berat.

"Tentunya konstruksi jalan yang terencana seperti ini, tidak mungkin akan selesai dalam satu malam, karena pasti akan memenuhi kaidah konstruksi terkait penanganan sub base, base, badan jalan dan permukaan jalan, sebab ini akan ada metode pelaksanaannya dan butuh waktu yang lama," kata dia.

Ilham Malik pun menekankan kembali bahwa penanganan jalan yang terjadi saat ini oleh Pemprov Lampung dan viral di media sosial adalah penanganan jalan sementara guna memfasilitasi pemerintah pusat.

"Selanjutnya, saya harap akan dilakukan atau harus dilakukan perbaikan sebagaimana yang dijanjikan pemerintah. Sebab dari sisi konstruksi sekarang sifatnya sementara dan harus diteruskan penanganan jalannya sesuai dengan kaidah penanganan konstruksi jalan yang diarahkan oleh tim konsultan perencanaan jalan di lokasi tersebut," kata dia.

Salah satu lokasi jalan rusak yang belakangan diperbaiki adalah sejumlah titik yang rusak di jalan Terusan Ryacudu, Lampung yang kini telah ditimbun dengan batu-batuan koral menjelang kedatangan Presiden Jokowi pada Jumat (5/5/2023). Timbunan lubang oleh batu koral tersebut terlihat berada di depan Kantor Polda Lampung dan juga Itera, bahkan saat ini sudah terpasang banner imbauan berwarna kuning bertuliskan 'Hati-hati Jalan Berlubang' di sebelah kiri jalan.

Kemudian, menuju pintu tol Kota Baru Itera terlihat terdapat pengerjaan perbaikan jalan rusak dengan rigid beton. Sementara itu, memasuki Kota Baru, di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, jalan yang terlihat bagus dengan rigid beton kurang lebih 500 meter dihitung dari perempatan lampu merah menuju pintu Tol Itera, setelah itu sisanya hingga menuju ke lokasi bangunan perkantoran yang terbengkalai di Kota Baru terlihat rusak parah.

"Jalan di Terusan Ryacudu sudah rusak parah sejak lama, sekitar dua tahunan lebih, belum ada perbaikan sama sekali," kata warga Jati Agung, Darman Maunsong, di Lampung Selatan, Lampung, Kamis.

Dia pun berharap Presiden Jokowi dapat langsung meninjau jalan di lokasi tersebut, dan memerintahkan pemerintah daerah dan jajarannya segera memperbaiki akses keluar masuk ke Kota Baru itu.

"Harapannya lebih bagus lagi jalannya, apalagi ini dekat pintu tol, lucu saja kalau rusak seperti kubangan kalau hujan datang, bahkan sudah banyak korban kecelakaan di sini," kata dia.

Sementara itu, warga lainnya, Butet, mengatakan bahwa dari Polda Lampung hingga ke Kota Baru jaraknya mencapai kurang lebih 14 kilometer. "Nah, dari jarak tersebut hampir seluruh ruas jalan berlubang dan cukup besar. Kalau naik motor mah kita kayak sedang menunggangi kuda," kata dia.

Presiden Jokowi akan mengunjungi Provinsi Lampung pada Jumat (5/5/2023). Ia mengaku ingin mengecek viralnya video yang memperlihatkan banyaknya kondisi jalan yang rusak di Lampung.

"Iya besok (ke Lampung). Saya ingin memastikan besok mau lihat betul, apakah yang ada di video, apakah yang ada di media itu benar atau nggak benar," ujar Jokowi usai mengunjungi Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2023).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement