Senin 25 Dec 2023 16:53 WIB

Libur Nataru, Pengendara Waspadai 65 Titik Rawan Kecelakaan di Lampung

Dirlantas Polda Lampung pastikan antisipasi titik rawan kecelakaan selama Nataru

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Calon penumpang menunggu keberangkatan bus tujuan Sumatera di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta.  pengendara mobil dan motor harus mewaspadai 13 titik rawan kecelakaan di wilayah Lampung Selatan
Foto: Republika/Thoudy Badai
Calon penumpang menunggu keberangkatan bus tujuan Sumatera di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta. pengendara mobil dan motor harus mewaspadai 13 titik rawan kecelakaan di wilayah Lampung Selatan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Memasuki musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, pengendara mobil dan motor harus mewaspadai 13 titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Dua diantaranya, ruas Jalan Lintas Tengah KM 21/22 Tarahan, Katibung, dan KM 16/17 Pemanggilan, Natar.

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Kombes Pol Medyanta menyatakan, secara keseluruhan dilakukan antisipasi mencegah terjadi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan lintas Sumatra pada libur Nataru, titik rawan kecelakaan ini di luar jalan tol. "Beberapa titik sering terjadi lakalantas di Tanjakan Tarahan,” kata Kombes Pol Medyanta, Senin (25/12/2023).

Dia mengatakan, terdapat 65 titik rawan kecelakaan di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Namun, terbanyak di Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 13 titik rawan kecelakaan. Dua diantaranya di Tanjakan Tarahan di Kecamatan Katibung (KM 21/22), dan Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar (KM 16/17).

Titik rawan lakalantas tersebut, dia mengatakan terjadi di luar ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) atau berada di jalan arteri seperti Jalan Lintas Tengah, Jalan Lintas Barat, dan Jalan Lintas Timur. Namun, di ruas jalan arteri Jalan Lintas Tengah wilayah Kabupaten Lampung Selatan terbanyak.

 

Menurut dia, petugas telah diturunkan di titik-titik rawan lakalantas dan rawan kemacetan pada libur Nataru. Petugas tersebut tergabung dalam Operasi Lilin Krakatau 2023 hingga Tahun Baru 2024. Selain di Lampung Selatan, terdapat juga titik rawan lakalantas di Kota Bandar Lampung dan Tulangbawang masing-masing enam titik.

Di Kabupaten Pesawaran, Lampung Tengah, dan Lampung Barat masing-masing lima titik. Sedangkan di Kota Metro dan Kabupaten Waykanan masing-masing empat titik. Di Mesuji, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Tanggamus, dan Lampung Timur masing-masing tiga titik, dan di Kabupaten Pringsewu dua titik.

Untuk mengantisipasi, Polda Lampung telah memasang pengumuman imbauan kepada pengendara yang turun dari kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Selain itu, ditempatkan petugas lalu lintas di titik rawan lakalantas, dan juga patroli rutin.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadillah Astutik mengatakan, kepadatan arus kendaraan yang datang dari Pulau Jawa menuju Sumatra dan sebaliknya akan terjadi di wilayah Lampung. Sebab, Provinsi Lampung menjadi pusat perlintasan dan perbatasan antara Sumatra dan Jawa.

Dia mengatakan, untuk mengantisipasi kemacetan panjang arus kendaraan, Polda Lampung melakukan pengamanan di beberapa titik rawan kemacetan dan keramaian warga, seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lokasi favorit lainnya.

Umi mengatakan, Polda Lampung dan jajaran menempatkan personel di tempat-tempat wisata yang kerap menjadi pusat keramaian pengunjung saat libur Nataru. Terdapat 225 tempat wisata yang menjadi perhatian Polda Lampung dan 52 pusat perbelanjaan.

Untuk mengatasi kemacetan panjang di jalan lintas dan jalan protokol dalam kota, Umi mengatakan telah mengantisipasi dengan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus kendaraan atau jalur one way. “Bisa dilakukan pengalihan arus kendaraan atau rekayasa sistem buka tutup,” kata Umi.

Sedangkan beberapa titik kemacetan yang menjadi langganan setiap libur akhir tahun, Polda Lampung menempatkan sejumlah personel untuk mengatur arus lalu lintas. Terdapat 36 titik kemacetan arus lalu lintas yang parah sehingga perlu adanya petugas di lokasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement