Ahad 04 Jun 2023 17:04 WIB

Jalan Rusak Viral Dapat Kucuran Rp 800 M, Airlangga Nilai Gubernur Lampung Lihai

"Itulah pemain Golkar," kata Airlangga Hartarto.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Andri Saubani
Gubenur Lampung Arinal Djunaidi tinjau jalan rusak poros Rumbia di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Senin (1/5/2023).
Foto: Dok Adpim Pemprov Lampung
Gubenur Lampung Arinal Djunaidi tinjau jalan rusak poros Rumbia di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, Senin (1/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membuka rapat kerja nasional (Rakernas) yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta. Dalam pidatonya, ia sempat menyinggung Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang disebutnya lihat.

Awalnya, ia menyinggung permasalahan geopolitik dan iklim yang sangat berliku. Candanya, yang berliku itu tidak hanya jalan nasional, yang di mana dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan masyarakat.

Baca Juga

"Pak Gubernur Lampung ini lihainya, luar biasanya dia viralkan yang viral itu (jalan rusak). Dan sekali kunjungan, dapat Rp 800 miliar," ujar Airlangga di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Ahad (4/6/2023).

"Itulah pemain Partai Golkar," sambungnya disambut tawa ratusan kader yang hadir.

Fenomena jalan rusak di Lampung sebelumnya viral setelah Tiktoker Bima Yudho mengunggah konten tentang buruknya infrastruktur di Lampung. Presiden Joko Widodo pun kemudian melakukan kunjungan langsung yang lalu berkomitmen mengucurkan dana bantuan perbaikan jalan rusak di Lampung sebesar Rp 800 miliar.

Sebelumnya, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, kelebihan tonase kendaraan milik perusahaan menjadi salah satu penyebab jalan di daerahnya rusak. Ia meminta warga dan pengusaha untuk menjaganya. 

"Hanya satu yang saya minta karena sudah dibantu oleh Presiden, maka masyarakat sekitar serta pengusaha harus menjaganya," kata Arinal Djunaidi, saat mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Lampung Tengah.

Gubernur mengatakan tonase kendaraan berlebih milik pengusaha menjadi salah satu penyebab rusaknya infrastruktur jalan.

"Pengusaha harus menyadari kemampuan tonase, jangan berlebihan. Dan nanti akan dilakukan penertiban bersama polda," katanya pula.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement