Senin 01 May 2023 08:00 WIB

Pemprov Revitalisasi Stasiun Tanah Abang, Target Tampung Penumpang Jadi Tiga Kali Lipat

Nilai investasinya adalah Rp 380,93 milliar dan dijadwalkan rampung pada Desember 202

Rep: Eva Rianti/ Red: Agus raharjo
Sejumlah penumpang usai menaiki kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (9/3/2023). Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembangkan Stasiun Tanah Abang menjadi stasiun sentral untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menjadi ikon baru transportasi di Jakarta. Rencananya stasiun tersebut akan menambah jalur dari empat menjadi enam jalur kereta.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah penumpang usai menaiki kereta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (9/3/2023). Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembangkan Stasiun Tanah Abang menjadi stasiun sentral untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menjadi ikon baru transportasi di Jakarta. Rencananya stasiun tersebut akan menambah jalur dari empat menjadi enam jalur kereta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi meresmikan groundbreaking revitalisasi Stasiun Kereta Api (KA) Tanah Abang di Jakarta Pusat pada Ahad (30/4/2023). Adanya pemugaran pada stasiun tersebut diharapkan dapat menambah kapasitas daya tampung penumpang dari 100 ribu menjadi 300 ribu orang per hari.

"Atas nama Pemprov DKI, saya ucapkan terima kasih kepada Menhub Budi yang telah merevitalisasi Stasiun KA Tanah Abang ini. Sehingga masyarakat kami, baik itu yang bekerja di Jakarta maupun commuter Jabodetabek, bisa memanfaatkan dan menggunakan moda transportasi umum beserta fasilitasnya yang menambah kenyamanan publik," kata Heru, dikutip dalam keterangan resmi, Senin (1/5/2023).

Baca Juga

Heru mengatakan, pihaknya memberi dukungan penuh dalam kegiatan revitalisasi stasiun tersebut. Dia juga menyebut turut melakukan perbaikan pada sejumlah fasilitas yang ada di area Stasiun Tanah Abang.

"Kami berkomitmen akan memperbaiki sarana dan prasarana di lingkungan sekitar stasiun, antara lain jalan sekitar Tanah Abang akan ditingkatkan dari 10 row menjadi 16 row," tutur dia.

 

Lebih lanjut, Heru memastikan memberikan kemudahan dalam proses perizinan pembangunan sarana dan prasarana di Stasiun Tanah Abang. Revitalisasi Stasiun Tanah Abang diketahui ada penambahan dua jalur sehingga total menjadi enam jalur. Tidak ada pembebasan lahan dalam proses revitalisasi tersebut karena tanah dengan luas sekitar 4 hektare yang digunakan merupakan eks depo KAI.

"Kami dari Pemda akan mendukung keputusan Kemenhub dan apa yang diperlukan KAI dalam proses perluasan Stasiun KA Tanah Abang ini. Hasil pembangunan ini akan menjadi tambahan ikon di DKI dan kita bersama masyarakat turut merawatnya," tegasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, revitalisasi Stasiun Tanah Abang dilakukan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Yakni pembangunan infrastruktur bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Terlebih, Stasiun Tanah Abang juga merupakan Kawasan Berorientasi Transit (TOD) yang tidak hanya melayani perdagangan di Pasar Tanah Abang. Namun juga sebagai salah satu akses bagi para pekerja di kawasan perkantoran sekitar Monas dan Jalan Thamrin.

"Bagaimana kita sebagai pemerintah berkomitmen untuk menunjang angkutan massal dengan baik. Mobilitas masyarakat di Jabodetabek adalah 1,2 juta orang, secara jangka panjang kita akan meningkatkan jumlah penumpang yang bisa dibawa agar jadi 2 juta per hari," kata Budi.

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Risal Wasal menambahkan, pengembangan yang dilakukan dalam kegiatan revitalisasi di antaranya pembangunan stasiun baru, penambahan jalur kereta dari empat menjadi enam jalur, penambahan peron dari dua menjadi empat, dan penataan fasilitas integrasi antarmoda.

Adapun, nilai investasinya adalah Rp 380,93 milliar dan dijadwalkan rampung pada Desember 2023. Sedangkan, keseluruhan pembangunan dicanangkan selesai pada September 2024.

Stasiun akan dibangun dengan luas bangunan utama 12 ribu meter persegi, dan dengan bangunan 2 lantai, yang dilengkapi dengan bangunan komersil dan fasilitas pendukung, serta fasilitas disabilitas.

Sebagai informasi, ruang lingkup pekerjaan dari masing-masing pihak, yaitu Kemenhub membangun Stasiun baru, emplasement (rel, persinyalan), Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di atas jalur KA. Kemudian, Pemprov DKI membangun pelebaran jalan dan fasilitas integrasi antar moda. Sedangkan PT KAI membangun area parkir, pembongkaran Depo dan Stasiun Tanah Abang eksisting.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement