Kamis 20 Apr 2023 22:59 WIB

PD Muhammadiyah: Pemkot Sukabumi Fasilitasi Shalat Ied Besok Jumat

Muhammadiyah Kota Sukabumi akan melakukan shalat Ied di dua titik

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Lida Puspaningtyas
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Ketua PD Muhammadiyah Kota Sukabumi Ade Rahmatullah disela-sela nonton bersama Film Buya Hamka di Bioskop Moviplek Kota Sukabumi, Kamis (20/4/2023) siang.
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Ketua PD Muhammadiyah Kota Sukabumi Ade Rahmatullah disela-sela nonton bersama Film Buya Hamka di Bioskop Moviplek Kota Sukabumi, Kamis (20/4/2023) siang.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi memastikan Pemkot Sukabumi memfasilitasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri Muhammadiyah pada Jumat (21/4/2023) besok. Hal ini ditandai dengan keleluasaan menggunakan Jalan R Syamsudim SH Kota Sukabumi dan fasilitas lainnya.

Hal ini disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Kota Sukabumi Ade Rahmatullah disela-sela nonton bersama Film Buya Hamka bersama Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi di Bioskop Moviplex Sukabumi, Kamis (20/4/2023).

Baca Juga

''Sesuai dengan rapat PD Muhammadiyah tetap melakukan shalat Ied di kampus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi), bukan apa-apa, karena sudah diatur sedemikian ripa akan menampung jamaah warga Muhammadiyah dan umat Islam lainnya,'' ujar Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiah (PDM) Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah.

Di mana terang dia, Pemda Kota Sukabumi sudah memberikan keleluasaan kepada Muhammadiyah untuk memakai Jalan R Syamsudin SH di depan kampus Ummi. '' Insya Allah jalan ditutup mulai pukul 05.00 WIB setelah shalat subuh hingga pukul 09.00 WIB,'' kata dia.

 

Wali kota juga terang Ade, siap memberikan fasilitas lainnya yang dibutuhkan seandainya panitia kekurangan fasilitas. Misalnya sarana sound sistem, mala pemda akan membantu menyediakannya.

Di sisi lain lanjut Ade, Kapolres Sukabumi Kota juga sudah menanyakan kepada Muhammadiyah tentang lokasi shalat Ied. Di mana aparat kepolisian pun siap menbantu pengamanan dan lancarnya ibadah ini.

Menurut Ade, daya tampung shalat Ied di kampus Ummi dengan jalan bisa menanlmpung hingga 3 ribuan lebih jemaah. Hal ini mudah-mudahan bisa memfasilitasi jemaah di shalat Ied.

Intinya lanjut Ade, panitia akan mempersiapkan sarana shalat dengan sebaik mungkin. Di mana, tanpa mengurangi rasa hormat kepada pemda yang memfasilitasi Shalat Ied di Lapang Merdeka, namun akhirnya memilih di tempat lain.

Ade menuturkan, Muhammadiyah Kota Sukabumi akan melakukan shalat Ied di dua titik yang sudah ditentukan sebelumnya. Selain di Kampus UMMI, titik kedua di di Selaeurih, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, dalam rangka menjaga ukhuwah Islamiyah, kebersamaan, toleransi dan juga sejalan arahan Menteri Agama kepada para kepala daerah untuk memberikan dukungan dan mengakomodir pelaksanaan sholat Idul Fitri yang kemungkinan berbeda waktu pelaksanaannya. Maka seandainya Muhammadiyah akan tetap melaksanakan shalat di Lapang Merdeka akan dipersilahkan atau diperbolehkan.

Termasuk memfasilitasi pelaksanaan Shalat Idul Fitri yang akan digelar di kampus Ummi. Hal ini dalam menjamin pelaksanan ibadah berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Sukabumi nonton bersama (Nobar) film Buya Hamka di Bioskop Moviplex Kota Sukabumi, Kamis siang. Momen ini menunjukkan kebersamaan dan menunjukkan tidak ada masalah antara pemkot dan PD Muhammadiyah.

Selain pengurus PD Muhammadiyah yang dipimpin Ketuanya Ade Rahmatullah, turut hadir pula mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Sukabumi.

''Alhamdulillah bisa nonton bersama PD Muhammadiyah dan mahasiswa IMM, melihat bagaimana kiprah Buya Hamka sebagai anggota persyarikatan Muhammadiyah maupun sebagai seorang suami dan ayah,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Di mana ada nuansa bawangnya atau sedih dalam film ini melihat perjuangan tanpa henti sosok ulama besar Buya Hamka.

Terutama, melihat bagaimana Buya Hamka menampilkan idealisme dan prinsip-prinsip sangat kuat dan menampilkan karekter seorang pemimpin Muhammadiyah dalam gerakan dakwah. Dalam film ini juga banyak quotes Buya Hamka yang terkenal antara lain :

'' Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja"

Intinya lanjut Fahmi, banyak nilai dan banyak pembelajaran hidup yang disampaikan. Dalam perjalanan ada tantangan dan dinamika dan menerapkan idealisme dan prinsip hidup yang dipegang dengan kuat.

''Mari pegang idealisme dan prinsip dalam perjalanan hidup,'' ungkap Fahmi. Mudah-mudahan film Buya Hamka memotivasi warga Sukabuni dalam melanjutkan pergerakan dakwah dengan ruh spirit perjuangan yang terus menyala.

''Rasa bangga dengan Pak Wali Kota Sukabumi bisa nobar film Buya Hamka,'' ujar Ketua PD Muhammadiyah Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah. Fillm yang memperlihatkan perjauangan untuk organisasi dan bangsa serta negera.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement