Jumat 14 Apr 2023 14:27 WIB

Dinpar Gunungkidul Siap Hadirkan Wisata Baru Usai Air Terjun Kedung Kandang Hilang

Dinpar Gunungkidul sebut pembangunan jalan merupakan tuntutan aksesibilitas

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pengecekan lokasi hilangnya Air Terjun Kedung Kandang di Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul bersama Dinas Pariwisata DIY, Dinas PUP-ESDM DIY, serta masyarakat setempat.
Foto: Dok. Republika.
Pengecekan lokasi hilangnya Air Terjun Kedung Kandang di Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, DIY oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul bersama Dinas Pariwisata DIY, Dinas PUP-ESDM DIY, serta masyarakat setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menyebut bahwa Air Terjun Kedung Kandang yang hilang sudah tidak bisa dikembalikan. Air terjun ini hilang akibat pengerjaan proyek ruas Jalan Talang-Ngalang.

"Tidak mungkin (dikembalikan), jelas tidak mungkin," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono kepada Republika melalui sambungan telepon, Jumat (14/4/2023).

Pembangunan jalan itu merupakan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Sleman. Dibangunnya jalan ini untuk mempersiapkan exit Tol Yogyakarta-Solo di Prambanan, Sleman.

Harry menyebut, meski menghilangkan salah satu destinasi wisata di Nglanggeran, pembangunan Jalan Talang-Ngalang juga merupakan suatu tuntutan yang harus dilakukan. Salah satunya dalam rangka pengembangan sektor pariwisata di Gunungkidul.

 

"Karena pariwisata butuh aksesibilitas pula," ujar Harry.

Selain itu, pembangunan jalan tersebut juga untuk mendukung pergerakan barang dan jasa ke Gunungkidul. "Apalagi tuntutan kedepan, exit tol ada disitu, membuka akses untuk perdagangan barang jasa dan sebagainya ke Gunungkidul," tambahnya.

Tidak hanya itu, pembangunan jalan itu juga sebagai upaya untuk menggerakkan ekonomi yang ada di Gunungkidul. Utamanya meningkatkan perekonomian melalui sektor pariwisata, khususnya untuk zona utara, selatan dan zona tengah di Gunungkidul.

"Disitu juga pergerakan ekonomi, sehingga wisatawan tidak terkonsentrasi di wilayah selatan di pantai, dan juga zona-zona lain yang di wilayah Kabupaten Gunungkidul ikut dalam pergerakan ekonomi," jelas Harry.

Meski hilangnya air terjun sebagai dampak dari pembangunan jalan, bukan berarti akan dibiarkan. Pihaknya akan membahas terkait dengan pengembangan wisata baru di Nglanggeran bersama dengan pihak-pihak terkait, termasuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada di kawasan tersebut.

"Makanya, pasca-pekerjaan (jalan) itu akan seperti apa? Ini nanti kita diskusikan (pengembangan daya tarik wisata baru). Karena airnya yang mengalir kan tidak mungkin dibendung, nanti bagaimana aliran air dan sebagainya, kita diskusikan lebih lanjut nanti," terangnya.

Harry sendiri juga belum dapat memastikan seperti apa daya tarik wisata baru yang akan dikembangka menggantikan Air Terjun Kedung Kandang ini. Diharapkan, dengan dilakukannya pembahasan bersama, dapat timbul ide-ide baru agar kawasan Nglanggeran tetap menjadi salah satu daya tarik wisata di Gunungkidul.

"Ini perlu duduk bersama dengan PU, dengan dinas pariwisata, dan tentu saja dengan masyarakat sendiri yang memiliki inovasi dan sebagainya itu. Informasi yang disampaikan secara lengkap, pembangunan seperti apa, sehingga akan muncul ide-ide yang lebih memungkinkan untuk bisa dieksplor lebih dalam lagi," kata Harry.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement