Sabtu 08 Apr 2023 22:07 WIB

Pemerintah Dorong Generasi Muda Memahami Stunting

Pemerintah melalui Kemenkominfo mendorong generasi muda untuk memahami stunting.

Acara diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Genbest Talk “Cegah Stunting Sejak Remaja, Jaga Nutrisi Selama Puasa “, di Magetan, Jatim, Kamis (6/4/2023).
Foto: Istimewa
Acara diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Genbest Talk “Cegah Stunting Sejak Remaja, Jaga Nutrisi Selama Puasa “, di Magetan, Jatim, Kamis (6/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MAGETAN -- Menuju bonus demografi tahun 2030, Indonesia memerlukan generasi unggul untuk meningkatkan produktivitas nasional. Oleh karenanya pencegahan stunting mendesak untuk terus dilakukan karena belum mencapai target yang ditetapkan. Presiden menargetkan angka prevalensi stunting Indonesia di tahun 2024 dapat turun menjadi 14 persen bahkan lebih. 

“Bapak Presiden Jokowi menghendaki di tahun 2024 angka prevalensi stunting di Indonesia itu 14 persen ke bawah,” kata Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Wiryanta dalam diseminasi informasi dan edukasi percepatan penurunan stunting bertajuk Genbest Talk “Cegah Stunting Sejak Remaja, Jaga Nutrisi Selama Puasa“, di Magetan, Jatim, dalam rilisnya, Sabtu (8/4/2023).

Baca Juga

Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukan angka stunting secara nasional sudah mengalami penurunan dari 24,4 persen di tahun 2021 menjadi 21,6 persen di tahun 2022.

Namun begitu, angka ini masih di atas standar yang ditoleransi Badan Kesehatan Dunia WHO, yaitu di bawah 20 persen dan target pemerintah di angka 14 persen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya fokus mensosialisasikan pencegahan stunting kepada pasangan usia subur tetapi juga generasi muda karena mereka yang akan melahirkan generasi sehat dan bebas stunting di masa depan. 

Wiryanta mengatakan semakin dini generasi muda atau remaja mengetahui pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi gizi seimbang, maka semakin besar kemungkinannya di masa depan mereka akan menjadi orang tua yang melahirkan anak bebas stunting.

Dikatakannya dalam kurun waktu 4 hingga 6 tahun ke depan jumlah generasi milenial dan Z, atau generasi produktif, jumlahnya akan lebih dari 50 persen dari total penduduk Indonesia, sehingga perlu sosialiasi pencegahan stunting sejak dini.

“Jadi bonus demografi nanti tahun 2030, anak-anak yang lahir dari generasi sekarang akan bebas stunting,” ujar Wiranta.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020, penduduk Indonesia didominasi oleh generasi Z, atau generasi yang lahir dikurun waktu 1997 hingga 2012, dengan jumlah mencapai 27,9 persen dari total seluruh populasi penduduk. Angka ini disusul dengan generasi milenial sebesar 25,8 persen.

Bupati Magetan Suprawoto mengatakan stunting adalah program nasional, oleh karenanya pemerintah terus mengkampanyekan cegah stunting agar generasi muda memiliki kesadaran akan pentingnya pencegahan dan pemahaman stunting mulai dari usia dini.

Ia pun berpesan agar gerenerasi muda menikah sesuai umur yang ditentukan oleh pemerintah. Dalam Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 dinyatakan batas usia minimal perempuan dan laki-laki menikah yakni 19 tahun.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat menyebut saat ini ada 3.000 bayi di Magetan, dimana lebih dari 14 persen mengalami stunting.

“Berdasarkan penelitian kami di Magetan, penyebab utamanya yaitu sekitar 65 persen karena pola asuh,” kata Rohmat.

Selain itu, masih banyak juga yang salah dalam menerapkan pemberian nutrisi bagi balita. “Jadi sejak remaja kalian perlu mengetahui nutrisi yang baik untuk bayi,” tambahnya.

Praktisi kesehatan dokter Gia Pratama mengatakan puasa baik untuk kesehatan karena dapat berperan untuk menjaga organ penting dalam tubuh, seperti ginjal, jantung, ataupun mata.

“Mari kita jaga ketiga organ ini (ginjal, jantung, mata) supaya awet, caranya butuh buku manual. Tentunya dalam AlQuran sudah ada buku ‘manual’ nya, yakni dengan berpuasa. Berpuasa wajib agar kita takwa dan terpelihara, terpelihara tubuh kita tetap sehat,” katanya. 

Kemenkominfo sejak 2019 telah menggandeng generasi muda untuk turut serta mendukung upaya penurunan prevalensi stunting melalui Kampanye GenBest (Generasi Bersih dan Sehat) yang merupakan inisiasi Kemenkominfo untuk menciptakan generasi Indonesia yang bersih dan sehat serta bebas stunting.

Genbest Talk yang diadakan kali ini merupakan bagian dari kampanye GenBest. GenBest mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari.

Melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid, GenBest juga menyediakan berbagai informasi seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak, sanitasi, siap nikah, maupun reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografik, serta videografik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement