Jumat 10 Mar 2023 21:29 WIB

BEM Unkris, Kodam Jaya, dan BNPT Gelar Seminar Pertahanan dan Keamanan Nasional

Semangat bela negara sudah ditunjukkan oleh mahasiswa Indonesia sejak zaman dahulu.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Krisnadwipayana (Unkris) bekerja sama dengan Kodam Jaya dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar seminar nasional Forum Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Krisnadwipayana (Formasi UK) di Kampus Unkris pada Senin (6/3/2023).
Foto: dok.unkris
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Krisnadwipayana (Unkris) bekerja sama dengan Kodam Jaya dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar seminar nasional Forum Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Krisnadwipayana (Formasi UK) di Kampus Unkris pada Senin (6/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Krisnadwipayana (Unkris) bekerja sama dengan Kodam Jaya dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar seminar nasional Forum Mahasiswa-Mahasiswi Universitas Krisnadwipayana (Formasi UK) di Kampus Unkris pada Senin (6/3/2023). Seminar nasional tersebut bertema "Strategi Pertahanan dan Keamanan Nasional dalam Mempertahankan Kedaulatan Negara Republik Indonesia”.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara Panglima Daerah Militer Jayakarta, Mayjen TNI Untung Budiharto, Kasubdit Kontra Propaganda Kolonel Salahuddin Nasution M.Si, Diah Turis Kaemirawati S.H.,M.H, dan Dr.Drs. RH. Muchtar HP, B.Ac. SH. MH selaku Dosen Fakultas Hukum Unkris, dengan dimoderatori oleh mahasiswa Unkris Hasan Renyaan.

Rektor Unkris Dr Ir Ayub Muktiono menyambut baik inisiatif BEM Unkris untuk menggelar seminar terkait bidang pertahanan dan keamanan nasional. Sebab mahasiswa memiliki peran penting dan strategis dalam menjaga ikatan yang kokoh antarsesama komponen bangsa yang pada akhirnya akan memperkokoh ketahanan nasional.

“Semangat bela negara sudah ditunjukkan oleh mahasiswa Indonesia sejak zaman dahulu. Hal ini terbukti dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai gerakan 1908, 1928, 1945, 1966, hingga 1998 semua digerakkan oleh mahasiswa,” kata Dr Ayub dalam sambutannya seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/3/2023).

Rektor Unkris hadir bersama jajarannya, dekan seluruh fakultas, Presiden Mahasiswa Unkris Pier A Lailossa, dan para ketua lembaga. Seminar nasional tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa dan dosen, tetapi juga masyarakat umum.

Mayjen TNI Untung Budiharto dalam paparannya memberikan semangat dan dukungan moril kepada mahasiswa untuk terus mewarnai perjuangan bangsa dan negara. "Saya berharap mahasiswa Unkris mengambil bagian dalam hal bela negara ini, tentunya sesuai koridor yang benar,” katanya.

Sebagai bagian dari warga negara yang baik, lanjut Mayjen Untung, mahasiswa juga diminta untuk terus mencintai bangsa dan negara, memberikan berkontribusi yang nyata dalam pembangunan bangsa, serta memberikan manfaat untuk bangsa dan negara.

Sebelumnya, Hasan Renyaan selaku Menteri Kajian Aksi dan Strategi BEM Unkris menyampaikan bahwa kegiatan seminar nasional ini merupakan suatu program kerja untuk merevitalisasikan budaya akademik di lingkungan universitas dan juga mendorong semangat nasionalisme serta patriotisme para mahasiswa untuk tetap berpegang pada nilai-nilai ke-indonesiaan.

“Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada pihak perguruan tinggi, Kodam Jaya, BNPT, dan juga dosen serta seluruh mahasiswa Universitas Krisnadwipayana yang telah terlibat aktif dalam kegiatan ini," ujar Hasan.

Hasan juga berharap dukungan semua pihak terutama jajaran pimpinan Unkris untuk hal-hal positif yang digelar BEM Unkris. "Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan menunjang proses akademik kita baik dalam aspek afektif, kognitif, maupun psikomotorik. Dan menjadi langkah awal kita semua menuju era perubahan,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement