Sabtu 18 Feb 2023 22:56 WIB

Puncak Musim Hujan, Pengelola Wisata Diminta Perketat Keselamatan Wisatawan

Wisatawan dilarang bermain di bawah air terjun atau di bawah pohon.

Sejumlah warga berwisata di tebing Puncak Pass, Cianjur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta pengelola tempat wisata meningkatkan pengawasan dan imbauan kepada wisatawan. (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah warga berwisata di tebing Puncak Pass, Cianjur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta pengelola tempat wisata meningkatkan pengawasan dan imbauan kepada wisatawan. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meminta pengelola tempat wisata meningkatkan pengawasan dan imbauan kepada wisatawan. Hal ini lantaran puncak musim penghujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan bencana alam.

Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi BMKG cuaca ekstrem akan melanda sebagian besar wilayah Cianjur, hingga puncak musim penghujan di akhir bulan Februari, sehingga resiko terjadi bencana menjadi perhatian. "Seluruh pengelola objek wisata alam dan wisata air yang ada di Cianjur, diminta untuk melarang wisatawan bermain di bawah air terjun atau berlindung di bawah pohon, sebagai upaya menghindari hal tidak diinginkan termasuk mengancam keselamatan," katanya.

Baca Juga

Seiring tingginya curah hujan disertai angin kencang, pihaknya menyiagakan puluhan petugas untuk memantau dan mengawasi kegiatan di sejumlah objek wisata. Utamanya, objek wisata yang rawan terjadi kecelakaan seperti air terjun, pantai, dan wisata alam di wilayah utara sampai selatan.

Bahkan pihaknya berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan pengawasan. Wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawasan yang rawan terjadi longsor atau banjir bandang yang dapat mengancam keselamatan mereka saat berlibur.

"Kami juga mengimbau pengendara dan warga di sejumlah wilayah rawan terjadi bencana untuk siaga dan waspada segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana," kata dia.

Pengelola wisata air terjun Cikondang, Sundara Saputra, mengatakan sejak musim penghujan disertai angin kencang terjadi selama dua pekan terakhir, membuat angka kunjungan ke air terjun tersebut, menurun.

Namun setiap akhir pekan angka kunjungan sedikit meningkat. "Kami selalu mengimbau pengunjung untuk tidak mendekati air terjun ketika hujan turun deras disertai angin kencang. Kami siagakan petugas di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi bencana ketika hujan turun deras," ujarnya.

 

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement