Kamis 05 Jan 2023 14:37 WIB

Sky Bridge Stasiun Bogor-Paledang Direncanakan Selesai Pertengahan Tahun

Progres pembangunan sky bridge telah mencapai sekitar 20 persen.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Gita Amanda
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jembatan multiguna (skybridge) di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (ilustrasi)
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan jembatan multiguna (skybridge) di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Bandung tengah membangun fasilitas sky bridge atau jembatan layang, antara Stasiun Bogor dan Stasiun Paledang. Sky bridge sepanjang 200 meter ini direncanakan selesai dibangun pada pertengahan 2023.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Double Track Bogor-Sukabumi BTP Bandung, David Sudjito, mengatakan sky bridge ini dibangun sebagai fasilitas layanan penumpang dari Stasiun Paledang ke Stasiun Bogor dan sebaliknya, serta di sekitar Jalan Kapten Muslihat.

“Kita sudah memulai itu di Oktober 2022, dan direncanakan selesai di 2023 sekitar Juni atau Agustus,” kata David ketika ditemui Republika di Kota Bogor, Kamis (5/1/2023).

David memaparkan, progres pembangunan sky bridge telah mencapai sekitar 20 persen. Dimana pembangunan sky bridge ini juga bersinggungan dengan perbaikan jalur pedestrian atau trotoar di Jalan Kapten Muslihat. Terutama pada sky bridge yang mengarah ke Stasiun Bogor.

Di samping itu, lanjut David, perbaikan jalur pedestrian Jalan Kapten Muslihat diperkirakan mencapai 57 persen secara total. “Itu sama, kita mulai di 2022 akan diselesaikan sebelum April,” kata David.

Di lokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyampaikan ada beberapa titik yang harus dikoordinasikan secara teknis dalam pembangunan sky bridge ini. Terutama di area Stasiun Paledang, Jalan Kapten Muslihat, serta sky bridge yang mengarah ke Stasiun Bogor dan Alun-Alun Kota Bogor.

“Saya melihat ada beberapa hal yang perlu koordinasi lebih teknis. Terutama terkait dengan rencana penghapusan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Kapten Muslihat,” kata Dedie.

Dia menjelaskan, dari informasi yang didapatnya dari Kepala Stasiun Bogor, para penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang turun di pintu keluar Jalan Mayor Oking jumlahnya mencapai 46 ribu orang. Namun, penumpang yang turun di pintu keluar Alun-Alun Kota Bogor ada sekitar 20 ribu orang.

Jadi, kata Dedie, ke depan akan ada penataan jalur pedestrian di sekitar Stasiun Bogor. Mulai dari Jalan Kapten Muslihat hingga Pasar Kebon Kembang Blok F Agar bisa menggeser penumpang KRL dari yang semula turun di pintu keluar Stasiun Bogor, menjadi ke pintu keluar Alun-Alun.

“Kita harus sinkronisasi dan kita cari jalan keluar untuk bisa menggeser masyarakat yang sebelumnya lebih banyak turun di Mayor Oking untuk bisa kita arahkan ke arah Alun-Alun. Karena kan sky bridge nanti ujungnya ada di Alun-Alun dari arah Jalan Paledang, maupun dari Stasiun Paledang,” jelas Dedie.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement